Jakarta – Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Sis Apik Wijayanto mengungkapkan pihaknya akan terus mendorong UMKM bisa bangkit dari situasi pandemi covid-19.
Beberapa peran yang sudah dilakukan BNI sejauh ini ujar Sis Apik diantaranya yakni melakukan fase mitigasi dampak pandemi bagi debitur UMKM BNI dengan memberikan stimulus relaksasi restrukturisasi kredit kepada 113.000 UMKM.
Selain itu masuk fase adaptasi bisnis digital, BNI telah mendorong UMKM bertransformasi ke arah digital, dan fase pemulihan giat UMKM bagi calon debitur UMKM BNI, dengan dukungan tambahan modal kerja kepada lebih dari 250.000 UMKM.
“Umkm merupakan tulang punggung perekonomian dan BNI siap mendampingi UMKM,” kata Sis Apik dalam diskusi infobanktalknews dengan tema “Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Daya Tahan UMKM: Mampukah Melewati Krisis” di Jakarta, Jumat 26 Febuari 2021.
Seperti diketahui, peran UMKM terhadap perekonomian sangat besar dimana mencapai 60,34% terhadap total pdb,14,5% terhadap total ekspor, 97,02% total tenaga kerja, dan menyumbang 99% total lapangan kerja.
Pandemi covid-19 sendiri lanjut Sis Apik, sangat besar memukul sektor UMKM. Berdasarkan kajian UMKM Crisis Center-Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) dari 64,2 juta UMKM sebanyak 61% UMKM membutuhkan penundaan pembayaran kredit, lalu 27% tidak dapat melakukan pembayaran pinjaman dan sebanyak 5% UMKM hanya mampu membayar bunga atau pokok pinjaman saja.
Sedangkan sisanya, hanya sebesar 7% UMKM saja yang tidak ada kendala.
“Restrukturisasi sektor UMKM telah
dilakukan BNI terhadap 113 ribu debitur
dengan BD Rp59,7 triliun atau sebesar
63,84% dari total yang dilakukan
Restrukturisasi,” ujarnya. (*)
Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More
Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More
Poin Penting Pemerintah telah menyetujui pengembangan ekosistem semikonduktor agar Indonesia mampu menyaingi Malaysia di industri… Read More
Poin Penting Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, melampaui target awal… Read More
Poin Penting BSI meluncurkan Lapak BSI di pasar tradisional untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan… Read More
Poin Penting DJP menyatakan kooperatif dan mendukung penggeledahan KPK di kantor pusat pajak terkait penyidikan… Read More