Ilustrasi - Gedung BNI di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sudah mendapatkan restu untuk melakukan akuisisi Bank Mayora dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini (15/3). Perseroan menargetkan aksi akuisisi ini bisa terlaksana paling lambat akhir April 2022.
“Aksi korporasi pengambilan saham bank mayora telah kami sampaikan di keterbukaan informasi publik. Harapannya aktivitas ini berjalan lancar dalam persyaratan terkait, sehingga dapat kami lakukan pada akhir April 2022,” ujar Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini.
Sementara itu, emiten bank dengan sandi BBNI ini rencananya akan mengakuisisi Bank Mayora melalui skema pembelian saham baru yang diterbitkan serta pembelian saham lama dari pemegang saham sebelumnya. BNI akan mengambil alih 63,92 persen saham Bank Mayora.
Selain itu, perseroan juga akan mengambil alih 169,08 juta saham yang dimiliki International Finance Corporation (IFC). Sedangkan sisanya, sebesar 36,08 persen masih dimiliki oleh Mayora Inti Utama. Nantinya, Bank Mayora akan dipersiapkan menjadi bank digital yang fokus di segmen UMKM.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan, bahwa proses akuisisi dan transformasi Bank Mayora menjadi bank digital masih membutuhkan serangkaian proses bisnis, mulai dari persetujuan hingga diskusi dengan pakar teknologi.
“Step awal yang harus dilakukan semua akuisisinya dalam waktu dekat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan adanya izin akuisisi di RUPS ini kita bisa berlanjut, dan sampai saat ini gak ada masalah sama teknologi partner,” tambahnya. (*)
Poin Penting Amar Bank menilai perbankan digital memiliki peluang besar untuk memperluas penyaluran kredit kepada… Read More
Poin Penting Konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak memicu volatilitas pasar keuangan Indonesia serta… Read More
Poin Penting IBI menggelar program sosial “Bankir Berbagi: Bersama Menebar Kebaikan” pada 10 Maret 2026… Read More
Poin Penting DBS Foundation menyalurkan hibah Rp11,2 miliar kepada lima social enterprise di Indonesia melalui… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut integritas Kementerian Keuangan banyak dipertanyakan masyarakat, terutama akibat… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat nasional untuk menghadapi kondisi global yang bergejolak… Read More