Ilustrasi: Gedung perkantoran BNI. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Tbk) atau BNI membukukan laba Rp16,92 triliun (bank only) hingga Oktober 2025. Capaian ini terkoreksi 6,34 persen dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp18,07 triliun.
Mengutip laporan keuangan perseroan, 2 Desember 2025, penurunan laba bank yang dipimpin Putrama Wahju Setyawan sebagai BNI 1 ini, salah satunya disebabkan terkontraksinya pendapatan bunga bersih. Per Oktober 2025, pendapatan bunga bersih BNI turun tipis 0,95 persen dari Rp32,25 triliun di Oktober 2024 menjadi Rp31,94 triliun pada Oktober 2025.
Meski demikian, kinerja intermediasi bank pelat merah ini boleh dibilang moncer. Buktinya, realisasi kredit BNI hingga Oktober 2025 mencapai Rp759,20 triliun atau tumbuh 9,26 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Baca juga: OJK Restui Munadi Herlambang Jadi Direktur Human Capital & Compliance BNI
Pertumbuhan kredit BNI tersebut melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang berada di level 7,36 persen yoy per Oktober 2025, menurut data Bank Indonesia.
Pun demikian dari sisi funding. Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI melesat 20,79 persen dari Rp754,48 triliun di Oktober 2024 menjadi Rp911,41 triliun pada Oktober 2025. Jika dirinci, kenaikan DPK tersebut didorong oleh pertumbuhan giro yang naik 22,84 persen menjadi Rp356,95 triliun.
Kemudian, pada pos tabungan juga naik 10,88 persen dari Rp240,49 triliun (Oktober 2024) menjadi Rp266,66 triliun (Oktober 2025) dan deposito tumbuh 29,91 persen menjadi Rp287,79 triliun di Oktober 2025.
Baca juga: BNI Xpora Dorong UMKM Gorontalo Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
Adapun porsi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) juga ikut terkerek 17,00 persen dari Rp532,97 triliun (Oktober 2024) menjadi Rp623,61 triliun (Oktober 2025).
Secara proporsi, rasio dana murah terhadap total DPK perseroan mencapai 68,42 persen. Porsi dana murah ini memperkuat struktur pendanaan dan menekan biaya dana (cost of fund).
Sementara pertumbuhan kredit dan aset tersebut turut mendongkrak total aset perseroan. Menutup Oktober 2025, total aset BNI tembus Rp1.191,92 triliun atau tumbuh 15,75 persen yoy dari tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp1.029,67 triliun. (*)
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More
Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More