Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) terus berupaya mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke sektor pertanian. BNI sendiri membidik angka penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada sektor pertanian senilai Rp6,5 triliun.
Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P. Setyawati dalam Webinar yang diselenggarakan BNI mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang sangat potensial meski dihantam oleh pelemahan ekonomi akibat covid-19.
“BNI akan memperluas akses pembiayaan kepada lebih dari 225.000 petani yang tersebar di 13 provinsi, dengan alokasi KUR sektor pertanian senilai Rp6,5 triliun. Adapun, kredit pertanian di luar KUR sebesar Rp2,1 triliun,” kata Tambok melalui video conference di Jakarta, Rabu 8 Juli 2020.
Tambok menambahkan, tren pertumbuhan debitur di sektor pertanian masih terus teejadi hingga tahun 2020. Tercatat dari semula hanya 970 debitur petani BNI pada tahun 2015 telah menjadi lebih dari 150.000 debitur petani pada 2019.
Oleh karena itu, pihaknya terus menggencarkan penyaluran kredit khususnya untuk KUR pada sektor pertanian dan tidak hanya pada sektor perdagangan saja. Hal tersebut sesuai dengan arahan Pemerintah.
Sebagai informasi saja, kinerja penyaluran kredit BNI masih terus positif dimana pada kuartal I 2020 BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 11,2%. Hal itu tercermin dari pencapaian kredit triwulan I 2019 yang mencapai Rp520,35 triliun, sementara pada periode yang sama tahun ini sudah menembus Rp579,60 triliun. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More