Jakarta – BNI Asset Management (BNI AM) pada hari ini (9/10) mengumumkan kerja sama dengan PT Bank BTPN Tbk (BTPN) sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) untuk memperluas jaringan distribusi produk reksa dana BNI AM.
Plt. Direktur Utama BNI AM, Ade Yusriansyah, menyambut positif kerja sama tersebut sebagai upaya mempererat hubungan bisnis antara Bank BTPN dengan BNI Group.
Selain itu, juga dapat memenuhi kebutuhan nasabah Bank BTPN akan produk investasi reksa dana yang berkualitas dan lebih beragam serta sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk reksa dana BNI-AM.
“Kami menyambut gembira kerja sama ini dan berharap ke depannya menjadi sinergi bisnis yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak dan terutama memberikan manfaat dan solusi finansial bagi nasabah Bank BTPN,” ucap Ade dalam sambutannya di Jakarta, 9 Oktober 2024.
Baca juga: Bos BNI Klaim Ekonomi RI Kuat: Tapi Belum Cukup untuk Mencapai Indonesia Emas 2045
Sementara, Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto, menambahkan bahwa, produk-produk reksa dana BNI AM ini bisa menjadi pilihan investasi bagi para nasabah kami untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan yang lebih bermakna.
“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk memberikan solusi dan layanan keuangan yang lengkap dengan menghadirkan variasi pilihan investasi yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai segmen nasabah dengan memanfaatkan dukungan tekonologi digital,” ujar Darmadi dalam kesempatan yang sama.
Berdasarkan kerja sama ini, BNI-AM menambah sembilan reksa dana di line product Jenius, yakni satu reksa dana pasar uang (BNI-AM Dana Likuid), dua reksa dana pendapatan tetap BNI-AM Teakwood dan BNI-AM Ardhani Pendapatan Tetap Syariah.
Lalu, ada enam reksa dana indeks, antara lain, BNI-AM Indeks IDX30 (BNI30), BNI-AM IDX Growth 30 , BNI-AM SRI-KEHATI Kelas R1, BNI- AM IDX – PEFINDO Prime Bank Kelas R1, BNI-AM PEFINDO i-Grade Kelas R1, dan BNI-AM IDX High Dividend 20.
Baca juga: Sinergi BTN-Syailendra Capital, Hadirkan Dua Produk Reksa Dana Unggulan
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Investasi BNI AM, Putut, menyebutkan, hasil dari kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sekitar Rp200-300 miliar.
“Tapi jujur ini bener-bener tergantung dari pada investasi karena ini harapan solusi bagi para investor, sehingga itu mungkin (AUM) Rp200-300 miliar,” kata Putut. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Outlook bank jumbo termasuk Himbara jadi negatif akibat faktor eksternal dan perubahan outlook… Read More
Poin Penting OJK menilai konflik Timur Tengah berpotensi menekan ekonomi Indonesia melalui kenaikan harga energi,… Read More
Poin Penting Hingga 12 Maret 2026, 7,7 juta SPT Tahunan PPh 2025 telah dilaporkan ke… Read More
Poin Penting BTN menyiapkan uang tunai Rp23,18 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan… Read More
Poin Penting BEI memproyeksikan outflow investor asing pada Maret 2026 tidak terlalu deras karena turnover… Read More
Poin Penting IHSG sesi I (13/3) ditutup turun 1,81 persen ke level 7.228,94 dari posisi… Read More