BNI AM Gandeng Bibit Gelar Literasi dan Inklusi Keuangan

Jakarta – Dalam rangka menyemarakkan program Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT BNI Asset Management (BNI AM) bersama dengan Bibit sebagai partner fintech menggelar kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Medan.

Pada kesempatan ini, BNI Asset Management dan Bibit mendorong masyarakat Medan untuk lebih aktif dalam mengelola keuangan, melek berinvestasi di pasar modal khususnya Reksa Dana BNI Asset Management dengan menggunakan aplikasi Bibit.

“Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai layanan digitalisasi, diharapkan masyarakat semakin antusias berinvestasi produk BNI Asset Management melalui Aplikasi Bibit,” ucap Head of Investment and Research Division BNI AM, Yekti Dewanti dalam keterangan resmi dikutip, 28 Oktober 2024.

Baca juga: Terapkan Strategi Ini, BNI AM Pede Target Dana Kelolaan Rp34 Triliun di Akhir 2024 Bisa Tercapai

Lebih lanjut, Yekti menyampaikan bahwa, para investor tentunya menaruh harapan akan Kabinet Merah Putih yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung perekonomian Indonesia.

Selain perekonomian dalam negeri, ia juga sempat membahas ekonomi makro dengan mengingatkan investor yang hadir untuk mewaspadai dampak turunnya suku bunga US, turunnya suku bunga China, pemilu Amerika Serikat (AS), hingga konflik geopolitik.

“Sebagai solusi dari gejolak yang sedang terjadi baik di dalam maupun luar negeri, investor dapat melakukan langkah antisipasi dengan melakukan diversifikasi investasi ke produk reksa dana,” imbuhnya.

Baca juga: Infobank Digital Bersama Asuransi Intra Asia dan Bank Mayapada Gelar Literasi Keuangan bagi Mahasiswa Unair

Adapun, kegiatan edukasi ini turut sejalan dengan program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dari OJK yang diharapkan akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan generasi muda.

“Dengan literasi yang lebih baik, masyarakat diharapkan bisa mengambil keputusan finansial yang tepat dan terhindar dari kejahatan keuangan yang semakin marak belakangan ini,” tutup Yekti. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

2 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

2 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

2 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

2 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

2 hours ago

OJK Gandeng Bareskrim Polri Tangani Kasus Penipuan Sektor Keuangan

Poin Penting OJK menyiapkan aturan pengawasan finfluencer yang ditargetkan rampung pertengahan 2026, dengan fokus pada… Read More

3 hours ago