Categories: Analisis

BKPM Genjot Anggaran IT Guna Tingkatkan Peringkat EODB

Jakarta– Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan, guna mendorong perbaikan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EODB), pihaknya akan mengusulkan peningkatan anggaran pengadaan sistem informasi teknologi (IT). Menurut Thomas, banyak hal yang dapat diselesaikan melalui pemanfaatan teknologi informasi.

“Sekarang saatnya mencermati apa-apa yang kita anggarkan dalam perbaikan EoDB tahun depan. Termasuk anggaran sistem IT dan sistem peradilan. Saya mengimbau anggaran IT selalu diperbesar karena begitu banyak bisa dicapai melalui teknologi digital online,” ujar Thomas dalam acara Indonesia’s Ease of Doing Business Improvement: Continous Reform for Better Investment Climate di Kantor BKPM Jakarta, Senin 6 November 2017.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengapresiasi pihak Makamah Konstitusi (MK) yang sudah berperan penting dalam meningkatkan kemudahan berusaha dari sisi perizinan dan penyelesaian sengketa.

“Saya kira kalau kita melihat pada perbaikan ada beberapa hal, pertama saya ingin mengakui perbaikan dan kontribusi oleh Makamah Konstitusi (MK). Dalam usaha tentu sangat tergantung pada pengadilan di Indonesia misal mengatasi perselisihan komersial dan ini salah satu bidang yang kita raih kemajuan,” ungkap Thomas.

Dirinya juga menyanjung sistem online yang sudah dimiliki oleh MK dalam memantau dan mengawasi penyelesaian kasus pada suatu perkara pengadilan yang berhubungan dengan dunia usaha.

“Pertama mereka buat kemajuan misal proses online dan penyediaan informasi secara online jadi mereka bisa melihat dan memantau kasus dan seberapa lama perkara di selesaikan,” ungkap Thomas.

Sebagai informasi, Bank Dunia dalam laporannya terkait kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) 2018, menaikkan peringkat Indonesia ke posisi 72, atau meningkat 19 peringkat dibandingkan posisi 2017 yang hanya di posisi 91. Berdasarkan laporan Bank Dunia tersebut, Indonesia mengantongi skor 66,47 atau naik 2,25 dibanding tahun lalu.

Suheriadi

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

6 hours ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

7 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

7 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

7 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

8 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

9 hours ago