News Update

BKPM Belum Mau Puas Indonesia Raih Investment Grade

Jakarta – Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Pemerintah seakan terus menggenjot angka investasi. Usaha tersebut seakan membuahkan hasil dengan capaian tiga lembaga pemeringkat investasi terbesar di dunia yaitu S&P Global, Moody’s dan Fitch Ratings.

“Ini sebuah capaian luar biasa selama 20 tahun ekonomi naik 3 kali lipat, tidak membuat lembaga pemeringkat memberikan nilainya. Hanya di pemerintahan Jokowi-JK S&P berikan nilainya,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong Trikasih pada konferensi pers Capaian Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dengan tema Pembangunan Ekonomi Baru dan Peningkatan Produktivitas untuk Menunjang Pemerataan di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 17 Oktober 2017.

Dirinya juga mengapresiasi tingkat investasi Indonesia yang meningkat, kala negara lain yang tercatat menurun. “S&P menurunkan peringkat Amerika dan Moody’s menurunkan Tiongkok. Indonesia bisa naik ini merupakan hal yang baik,” tambah Thomas

Baca juga: Shortfall Pajak Jadi Ancaman Target Penerimaan Negara

Thomas mengaku, masih belum puas dengan capaian tersebut. Pihaknya juga terus meningkatkan layanannya guna dapat terus bersaing dengan negara-negara lain di tingkat Asia dan dunia.

“Banyak sekali peluang perbaikan. Kita masih dibelakang Malaysia, Thailand, Vietnam apalagi Singapura. Kita sangat sengit bersaing dengan negara-negara itu terutama untuk menarik investasi internasional,” tambah Thomas.

Sebagai informasi, Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) telah menaikkan sovereign credit rating Indonesia menjadi BBB-/A-3 dengan outlook stabil. Dengan demikian, Indonesia telah memperoleh peringkat investment grade dari S&P. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

51 mins ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

4 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

10 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

10 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

11 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

13 hours ago