Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,10-5,20% di 2019
Jakarta – Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK), Pemerintah seakan terus menggenjot angka investasi. Usaha tersebut seakan membuahkan hasil dengan capaian tiga lembaga pemeringkat investasi terbesar di dunia yaitu S&P Global, Moody’s dan Fitch Ratings.
“Ini sebuah capaian luar biasa selama 20 tahun ekonomi naik 3 kali lipat, tidak membuat lembaga pemeringkat memberikan nilainya. Hanya di pemerintahan Jokowi-JK S&P berikan nilainya,” ungkap Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong Trikasih pada konferensi pers Capaian Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK dengan tema Pembangunan Ekonomi Baru dan Peningkatan Produktivitas untuk Menunjang Pemerataan di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 17 Oktober 2017.
Dirinya juga mengapresiasi tingkat investasi Indonesia yang meningkat, kala negara lain yang tercatat menurun. “S&P menurunkan peringkat Amerika dan Moody’s menurunkan Tiongkok. Indonesia bisa naik ini merupakan hal yang baik,” tambah Thomas
Baca juga: Shortfall Pajak Jadi Ancaman Target Penerimaan Negara
Thomas mengaku, masih belum puas dengan capaian tersebut. Pihaknya juga terus meningkatkan layanannya guna dapat terus bersaing dengan negara-negara lain di tingkat Asia dan dunia.
“Banyak sekali peluang perbaikan. Kita masih dibelakang Malaysia, Thailand, Vietnam apalagi Singapura. Kita sangat sengit bersaing dengan negara-negara itu terutama untuk menarik investasi internasional,” tambah Thomas.
Sebagai informasi, Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) telah menaikkan sovereign credit rating Indonesia menjadi BBB-/A-3 dengan outlook stabil. Dengan demikian, Indonesia telah memperoleh peringkat investment grade dari S&P. (*)
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More
Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More