BKPM; Kolaborasi kembangkan investasi. (Foto: Erman Subekti).
Diaspora dapat berperan sebagai duta pemasaran investasi Indonesia dan sebagai investor itu sendiri. Ria Martati.
Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengajak diaspora Indonesia untuk berkolaborasi dalam
mengembangkan investasi di Indonesia. Menurutnya ada dua peranan yang dapat dimainkan oleh diaspora Indonesia, yaitu sebagai duta pemasaran investasi Indonesia dan sebagai investor itu sendiri.
“Kami mengajak diaspora Indonesia untuk memanfaatkan peluang investasi yang ada di Indonesia maupun menyebarkan informasi positif tentang kondisi investasi di Indonesia yang dari sisi realisasi tetap meningkat maupun perbaikan-perbaikan kebijakan investasi yang sudah dan terus dilakukan oleh pemerintah,” kata Franky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta Kamis 13 Agustus 2015.
Pada kesempatan tersebut, Franky menyampaikan perkembangan investasi Semester I 2015 yang tetap meningkat, meski pun pertumbuhan ekonomi melambat. Dia merujuk data BKPM di mana realisasi investasi Semester I 2015 meningkat 16,6%, sebesar Rp 259, 7 triliun, dibandingkan Semester I 2014 sebesar Rp 222,8 Triliun. Dalam realisasi tersebut, Franky menambahkan, terdapat 536 hotel dan restoran yang dibangun dengan nilai investasi Rp 5,87 Triliun dan menyerap 7.500 tenaga kerja langsung, 989 pabrik makanan – minuman senilai Rp 24,4 Triliun dan menyerap 65 ribu tenaga kerja langsung, 378 pabrik tekstil dan garmen senilai Rp 3,88 Triliun dan menyerap 71 ribu tenaga kerja langsung, serta 99 pabrik sepatu senilai Rp 847 Miliar dan menyerap 34 ribu tenaga kerja langsung.
“Pemerintah sudah melakukan perbaikan perizinan investasi, baik dari sisi layanan melalui PTSP Pusat di BKPM maupun penyederhanaan perizinan seperti listrik, industri, perkebunan dan kawasan pariwisata. Juga perbaikan insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance,” tambah Franky.
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More