BKF: Perekonomian Indonesia Sudah Lebih Baik Dari Pra-Pandemi

BKF: Perekonomian Indonesia Sudah Lebih Baik Dari Pra-Pandemi

BKF: Perekonomian Indonesia Sudah Lebih Baik Dari Pra-Pandemi
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu optimis bahwa perekonomian Indonesia sudah membaik. Bahkan beberapa indikator menunjukkan, perekonomian Indonesia sudah lebih baik dari masa pra-pandemi.

Jika dibandingkan dengan negara tetangga, Febrio mengungkapkan pemulihan ekonomi Indonesia juga dibarengi dengan pertumbuhan yang kuat. Ia mencontohkan, kontraksi ekonomi pada kuartal-II 2020 sebesar -5,3% sudah mampu ditutup dengan pertumbuhan 7,07% pada periode yang sama di 2021.

Contoh lain adalah Malaysia yang meski perekonomiannya mampu tumbuh 16,1% di kuartal-II 2021, belum mampu menutup kontraksi perekonomian tahun sebelumnya yang mencapai -17,2% di kuartal-II 2020. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia sudah pada jalur yang tepat.

“Perekonomian Indonesia sudah lebih tinggi dibandingkan level pra-pandeminya. Tidak banyak negara yang bisa melakukan klaim seperti itu pada saat ini. Ini tentunya menjadi modal dan kita harus tingkatkan prestasi kita sebagai negara dan bangsa,” jelasnya pada paparan virtual, Jumat, 1 Oktober 2021.

Kemudian, indikator penunjuk lain adalah level inflasi nasional yang terjaga di kisaran 1,6% hingga Agustus 2021. Menurut data yang dipaparkan BKF, angka inflasi Indonesia masih terbilang cukup rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara di kawasan ASEAN, seperti Filipina sebesar 11,8%, Singapura 14,3%, dan Malaysia 16,1%.

Dari sisi fiskal, BKF memastikan defisit APBN yang menyentuh 6,1% di 2020 masih dalam jangka aman dan stabil. Tahun ini pihaknya menargetkan defisit APBN bisa semakin mengecil hingga 5,7%. Dengan dukungan perekonomian yang baik, target defisit untuk kembali ke level 3% tentu masih bisa tercapai.

“Saya ingin mengatakan Indonesia dalam kondisi makro, inflasi, dan fiskal sangat prudent dan kuat dibandingkan banyak negara selama menghadapi pandemi,” ujarnya. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]