Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) menerbitkan obligasi subordinasi tahap I senilai Rp500 miliar dengan kupon berkisar 8,5%-10,25%. Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) II obligasi subordinasi berkelanjutan II Bank BJB dengan target yang mencapai Rp1 triliun.
Adapun, obligasi ini terbagi dalam dua seri, yakni Seri A tenor 5 tahun dengan kupon 8,5%-9,5% dan Seri B tenor 7 tahun dengan kupon 9,25%-10,25%. Kupon yang dibayarkan setiap triwulan, di mana kupon pertama akan dibayarkan pada 5 Juni 2020, kupon terakhir sekaligus jatuh tempo akan dibayarkan pada 5 Maret 2025 untuk obligasi Seri A dan 5 Maret 2027 untuk Seri B.
Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi menjelaskan, penerbitan obligasi subordinasi dilakukan sebagai upaya perseroan untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit tetap di level dua digit, yaitu sekitar 10%-11%. Bank BJB meyakini segmen infrastruktur dan UMKM akan menopang pertumbuhan tersebut, selain kredit konsumer yang tumbuh cukup baik.
“Dana hasil penawaran umum obligasi subordinasi seluruhnya akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan dengan diperhitungkan sebagai modal pelengkap dalam rangka ekspansi kredit, serta peningkatan komposisi struktur perhimpunan dana jangka panjang,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 29 Januari 2020.
Dalam penrbitan obligasi ini Bank BJB telah menunjuk PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Selain itu, Perseroan juga menunjuk PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.
Masa penawaran awal dilakukan pada 29 Januari-12 Februari 2020, perkiraan masa penawaran umum 27 Februari-2 Maret 2020, perkiraan tanggal penjatahan 3 Maret 2020, dan perkiraan tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia pada 6 Maret 2020. Sedangkan, sisa emisi obligasi Rp 500 miliar akan diterbitkan di semester II 2020.
Yuddy mengatakan, Bank BJB percaya diri obligasi tersebut seluruhnya akan terserap pada tahun ini. Didukung oleh fundamental perusahaan cukup baik dan rating perseroan idAA- versi Pefindo dengan prospek stabil, dia optimistis investor bakal meliriknya. “Optimis karena terdapat momentum penurunan suku bunga acuan serta awal tahun investor memiliki bujet baru untuk belanja investasi,” jelasnya. (*)
Poin Penting AAJI resmi membuka pencalonan Ketua Dewan Pengurus periode 2026-2028, yang akan diputuskan melalui… Read More
Poin Penting AAJI menunjuk dua Plt Ketua, yakni Albertus Wiroyo dan Handojo G. Kusuma, usai… Read More
Poin Penting Dana riset nasional naik menjadi Rp12 triliun, setelah Presiden Prabowo menambah anggaran sebesar… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 dan seluruh indeks domestik berakhir… Read More
Poin Penting IHSG menguat 1,55 persen sepekan dan ditutup di level 9.075,40, sekaligus mencetak rekor… Read More
Poin Penting Modalku menyalurkan pendanaan Rp9,2 triliun kepada lebih dari 74 ribu UKM sejak berdiri… Read More