Denpasar–Bank Jabar Banten (BJB) tetap optimis dalam menyongsong 2016. Tahun depan, bank ini mencanangkan pertumbuhan kredit sebesar 14%, Dana Pihak Ketiga (DPK) 13,5%, Non Performing Loans (NPL) turun menjadi 2,3%, Loan to Deposit Ratio (LDR) 92%, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 16,5%.
Target yang disampaikan oleh Direktur Utama Bank BJB, Ahmad Irfan ini turut diamini oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko, Agus Mulyana; Direktur Operasional, Beny Santoso; Direktur Mikro, Agus Gunawan; Direktur Konsumen, Fermiyanti; Direkur Keuangan, Nia Karnia; dan Direktur Komersial, Suartini dalam acara pemaparan “Economy Outlook 2016” Bank BJB yang digelar di Bali, beberapa waktu lalu.
Ahmad Irfan mengungkapkan, saat ini BJB tengah menyiapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan peningkatan profitabilitas. Untuk memuluskan pencapaian target di 2016, BJB berupaya untuk memperbaiki komposisi DPK, meningkatkan kualitas layanan, dan mendorong pertumbuhan kredit.
“Bank BJB beranjak dari bank pembangunan daerah, kini mampu berkembang besar menjadi bank nasional. Dibutuhkan komitmen, kerja keras, dan dedikasi tinggi segenap organisasi bank BJB untuk terus berkembang, sehingga dapat mencapai visi bank BJB yaitu menjadi 10 terbesar di Indonesia” ujar Ahmad Irfan.
Ahmad Irfan menambahkan, hingga kuartal ketiga 2015, bank BJB telah memiliki 62 kantor cabang, 312 kantor cabang pembantu, serta 1.208 ATM yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.(*) Andri Widjanarko
Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More
Poin Penting Investor asing melakukan net sell besar pada saham bank jumbo, dipimpin BBCA Rp400,11… Read More
Poin Penting Bank Indonesia mencatat kredit perbankan tumbuh 9,37 persen (yoy) pada Februari 2026, sedikit… Read More
Poin Penting One way mudik 2026 secara nasional direncanakan berlaku pada 18 Maret 2026 pukul… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,1 persen dari sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75 persen pada Maret 2026, dengan suku… Read More