News Update

BJB Siap Patuhi Arahan Jokowi Turunkan Bunga Kredit

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mengaku siap untuk mematuhi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan suku bunga kredit perbankan untuk turun menjadi single digit secara rata-rata industri.

Permintaan Jokowi ini juga sejalan dengan Bank Indonesia (BI) yang telah menurunkan suku bunga acuannya sebanyak 175 basis points (bps) sejak awal 2016 sampai dengan Agustus 2017 yang menjadi 4,5 persen. Namun Bank masih lambat dalam merespon suku bunga acuan.

Direktur Konsumer Bank BJB Fermiyanti mengatakan, pihaknya akan mengikuti segala kebijakan baik yang diatur oleh pemerintah maupun regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan dan BI. Dirinya melihat, bahwa suku bunga kredit perbankan masih berpeluang untuk turun.

“Kami akan ikuti kalau memang sudah ditetapkan kayak gitu yaa. Ada peluang turun kalau digerakkan secara keseluruhan yaa selama semuanya patuh, jangan gak patuh,” ujar dia di Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2017.

Sejauh ini, meski suku bunga acuan BI sudah diturunkan sebanyak 175 bps, namun respon perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya masih lambat. Di mana berdasarkan data BI per Juli 2017 suku bunga kredit secara rata-rata industri tercatat sebesar 11,73 persen.

Dia mengungkapkan, penurunan suku bunga kredit perbankan dapat segera dilakukan oleh industri. Mengingat, Bank Sentral yang sudah banyak melakukan pelonggaran kebijakan moneternya melalui suku bunga acuan. Pihaknya akan terus memantau perkembangan yang ada.

“Yaa saya kira harusnya bisa segera dilakukan, sesuai dengan apa yang diminta oleh BI dan juga OJK. Untuk penurunannya yaa tergantung segmennya,” ucap Fermiyanti.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso usai rapat di Istana Kepresidenan, pada Senin (28/8) lalu sempat mengatakan, bahwa Presiden Jokowi ingin suku bunga kredit perbankan bisa turun lebih rendah atau di bawah 10 persen guna mendorong perekonomian nasional.

“Arahan presiden yang jelas supaya suku bunga kredit bisa diturunkan, inflasinya sudah rendah, suku bunga BI 7-Day juga sudah 4,5 persen. Logikanya harus diturunkan yang diikuti oleh penurunan suku bunga deposito,” kata Wimboh.

Menurutnya, penurunan suku bunga acuan BI bisa menjadi modal awal untuk mendorong seluruh perbankan di Indonesia dapat menurunkan suku bunga kredit. Namun, dirinya menegaskan, penurunan suku bunga ini harus dilakukan tanpa harus memberikan dampak negatif terhadap industri perbankan.

Dia menilai, Bank memang tidak mudah untuk menurunkan suku bunga perbankan. Dibutuhkan rentang waktu yang cukup panjang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga kreditnya. Hal ini juga sejalan dengan kondisi kredit bermasalah (NPL) bank yang masih dalam tren meningkat. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

34 mins ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

4 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

10 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

10 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

11 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

12 hours ago