Jakarta–PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) berencana mencari tambahan likuiditas dengan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target dana indikatif Rp4,5 triliun. Namun pada tahun ini, perseroan optimistis bisa menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) terlebih dahulu.
“Kemungkinan yang akan diterbitkan terlebih dahulu obligasi subordinasi. Underwriter-nya juga sudah kami tentukan,” ungkap Direktur Utama BJB, Ahmad Irfan di Jakarta, Senin, 28 Agustus 2017.
Adapun perolehan dana dari subdebt tersebut akan digunakan perseroan untuk mendukung ekspansi kredit ke depan, terutama untuk tenor kredit jangka panjang.
“Akhir tahun lalu likuiditas agak ketat, makanya kita lakukan diversifikasi sumber pendanaan. Aksi korporasi ini sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan,” tukasnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More