Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin. (Foto: Istimewa)
Singapura – Gagasan bahwa “bitcoin adalah emas baru” terdengar begitu mengejutkan.
Emas, sejak jaman dahulu telah digunakan sebagai ukuran kekayaan. Emas juga merupakan komoditas fisik. Sementara bitcoin masih sangat baru, tidak ada fisiknya dan masih sulit dipahami.
Bitcoin juga bukan satu-satunya cryptocurrency. Hanya saja, bitcoin dianggap yang paling mapan dari sejumlah mata uang serupa lainnya. Lalu apa kesamaannya, emas dan bitcoin?
Baik emas dan bitcoin digunakan oleh mereka yang memiliki ketidakpercayaan yang melekat pada sistem keuangan yang mapan. Keduanya, secara teknis, portabel dan tanpa batas. Keduanya mampu menarik perhatian masyarakat dari sudut pandang yang berbeda.
Fakta lainnya, harga emas maupun harga bitcoin sama-sama tidak sejalan dengan pasar saham, dan juga tidak menghasilkan pendapatan.
Dalam jangka pendek, emas dan bitcoin bereaksi dengan cara yang serupa. Bereaksi cepat sebagai respons terhadap berita tentang krisis politik atau ekonomi.
Keduanya juga masih sama-sama membutuhkan kepercayaan. Pada cryptocurrencies ini, Anda tidak perlu mempercayai seseorang atau perusahaan apa pun, namun Anda harus mempercayai karya-karya perangkat lunak tersebut, dan hal itu dapat bertahan dalam peraturan atau hal lain yang diberlakukan pada emas atau bitcoin.
Baca juga : Bitcoin : China & Inggris Menentang, Jepang Mendukung
Persamaan lainnya, Anda juga perlu mempercayai penyedia “wallet” untuk menjaga keamanan mata uang Anda.
Untuk emas anda bisa membeli dan menyimpannya. Anda juga percaya bahwa persediaan itu terbatas seperti yang terlihat.
Sementara Bitcoin berbeda. Selain pembeli ideologis, bitcoin dan cryptocurrencies lainnya sebagian besar diinvestasikan dengan harapan bahwa mereka akan tumbuh dalam nilai yang sangat besar. (*)
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More