Ilustrasi: Bitcoin. (Foto: istimewa)
Jakarta – Ajaib Kripto menilai Bitcoin berpotensi akan melanjutkan momentum bullish dalam memasuki kuartal II-2023, hal ini terlihat dari pergerakan Bitcoin di kuartal dua tahun 2013-2022 yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 8,31%.
Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, mengatakan bahwa hal tersebut juga didukung oleh kinerja positif Bitcoin yang tercatat mengalami peningkatan hingga 70%, dimana pada 30 Maret yang lalu harga Bitcoin tercatat sebesar USD29.175 dari USD16.500 di 1 Januari 2023.
“Selain itu, Bitcoin mampu menguat di tengah kelanjutan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di FOMC Maret 2023. Keputusan The Fed yang menerapkan quantitative easing pasca runtuhnya beberapa bank AS yang menyebabkan meningkatnya likuiditas juga telah memberikan dampak tambahan atas katalis positif bagi pasar aset kripto,” ucap Panji dikutip, 4 April 2023.
Tidak hanya itu, pasar juga mencermati adanya indikasi The Fed yang mulai melandaikan kenaikan suku bunga menuju akhir siklus yang juga berdampak positif untuk Bitcoin di kuartal II-2023.
Kemudian, menjelang momentum halving tahun depan serta ethereum Shanghai yang akan terjadi pada 12 April mendatang menjadi harapan untuk kembali mendorong pasar aset kripto lebih tinggi di kuartal kedua 2023.
Adapun, data blockchain dari platform Santiment menunjukkan total kepemilikan Bitcoin pada kuartal pertama 2023 telah meningkat lebih dari 2,15 juta, menjadi 45,74 juta akun.
“Meningkatnya jumlah akun yang menyimpan Bitcoin disebabkan investor menilai Bitcoin sebagai salah satu aset nilai lindung (safe-haven asset) dari gejolak yang terjadi di industri perbankan,” imbuhnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More
Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More