Dia mengungkapkan, kerberhasilan wealth management di perseroan ini didorong oleh kemampuan bank dalam memahami kebutuhan nasabah dan membantu pencapaian kebutuhan dengan menawarkan layanan dan jalur distribusi yang tepat berdasarkan risiko profil nasabah dan risiko pasar.
“Kami mengajak nasabah memahami bahwa wealth management bukanlah layanan yang ditujukan untuk kaum elit saja melainkan untuk semua kalangan masyarakat demi mencapai aspirasi dan memnuhi kebutuhan finansialnya,” papar dia.
Baca juga: Lewat Mesin, Buka Tabungan di Commonwealth Bank Cuma 10 Menit
Dia menilai, potensi pasar wealth management di Indonesia masih sangat besar. Namun penetrasi pasar saat ini masih rendah, sementara jumlah penduduk kelas menengah meningkat pesat. Saat ini baru ada sekitar 523 ribu investor reksa dana di Indonesia atau sekitar 0,2 persen dari total penduduk Indonesia.
“Kebanyakan orang lebih cenderung memilih produk-produk tradisional seperti tabungan, emas dan properti atau tanah. Tapi kami yakin pasar ini akan lebih tertarik mengakses wealth management bila mendapatkan solusi perbankan digital yang komprehensif,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG ditutup melemah 2,08 persen ke level 7.935,26. Sebanyak 646 saham terkoreksi, dengan… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BSI mencatat pertumbuhan lebih dari dua juta nasabah baru sepanjang 2025, didorong minat… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More