Dia mengungkapkan, kerberhasilan wealth management di perseroan ini didorong oleh kemampuan bank dalam memahami kebutuhan nasabah dan membantu pencapaian kebutuhan dengan menawarkan layanan dan jalur distribusi yang tepat berdasarkan risiko profil nasabah dan risiko pasar.
“Kami mengajak nasabah memahami bahwa wealth management bukanlah layanan yang ditujukan untuk kaum elit saja melainkan untuk semua kalangan masyarakat demi mencapai aspirasi dan memnuhi kebutuhan finansialnya,” papar dia.
Baca juga: Lewat Mesin, Buka Tabungan di Commonwealth Bank Cuma 10 Menit
Dia menilai, potensi pasar wealth management di Indonesia masih sangat besar. Namun penetrasi pasar saat ini masih rendah, sementara jumlah penduduk kelas menengah meningkat pesat. Saat ini baru ada sekitar 523 ribu investor reksa dana di Indonesia atau sekitar 0,2 persen dari total penduduk Indonesia.
“Kebanyakan orang lebih cenderung memilih produk-produk tradisional seperti tabungan, emas dan properti atau tanah. Tapi kami yakin pasar ini akan lebih tertarik mengakses wealth management bila mendapatkan solusi perbankan digital yang komprehensif,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting PKSS menargetkan pertumbuhan dengan memperluas pasar di luar BRI Group, membidik total 360… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More