Poin Penting
Jakarta – Bisnis oli atau lubrikan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dari waktu ke waktu. VP Marketing PT Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo mengungkapkan bahwa pangsa pasar oli di Indonesia mengalami rata-rata pertumbuhan 2,5 persen dalam dua tahun terakhir.
“Rata-rata demand (oli di Indonesia) naik 2 setengah persen,” ujar Nugroho saat ditemui dalam acara konferensi pers Program Ramadhan Idul Fitri (RAFI) 2026 di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Pertumbuhan pangsa pasar oli di Indonesia ini, Nugroho katakan, tidak bisa dilepaskan dari faktor pertumbuhan jumlah kendaraan konvensional, khususnya sepeda motor. Ia menerangkan, Indonesia menempati posisi ketiga di dunia sebagai negara dengan pangsa penjualan motor baru terbesar pada 2024, berada di bawah China dan India. Posisi Indonesia ini lalu naik ke peringkat kedua terbesar pada 2025.
“Tahun 2025 sudah berbalik. India (peringkat 1), Indonesia itu sudah nomor 2. Sehingga, potensi motor yang non-elektrik itu memang masih sangat terbuka lebar. Makanya kan kalau dilihat merk semakin banyak,” papar Nugroho.
Baca juga: Timteng Memanas, Ini Langkah Pertamina Lubricants Jamin Ketersediaan Stok Nasional
Meskipun begitu, ia tak menampik jika perkembangan kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV) di Indonesia tetap menyebabkan sedikit perlambatan pada pertumbuhan pasar oli Tanah Air.
Di satu sisi, perkembangan teknologi long drain interval yang memungkinkan siklus ganti oli pada kendaraan menjadi semakin lama turut mempengaruhi perkembangan pangsa pasar oli di Indonesia.
Namun, tantangan-tantangan itu, ia tekankan, tidak berdampak signifikan pada pertumbuhan pangsa pasar oli nasional. Mengingat, masifnya pertumbuhan jumlah kendaraan, khususnya sepeda motor konvensional yang masih membutuhkan lubrikan.
“Yang mungkin kalo zaman dulu, setiap 3 ribu disiplin ganti oli. Perlahan jadi 5 ribu, 10 ribu, bahkan ada 15 ribu. Tetapi, secara populasi, populasi kendaraan kita itu masih cukup luar biasa,” sebutnya.
Baca juga: Harga BBM Pertamina Naik per 1 Maret 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, berdasarkan data yang pihaknya miliki, total kendaraan dari berbagai jenis (motor, mobil pribadi, truk, angkutan umum) di Indonesia mencapai 150 juta unit. Yang mana, 120 juta di antaranya ialah sepeda motor dengan sepeda motor konvensional masih mendominasi pasar RI.
“Kita bilang faktor-faktor ekonometrikanya ini berkembang terus. Nah, faktor-faktor inilah yang memang setiap tahun berkembang terus, dan pasti kita akan melakukan evaluasi dan analisa lebih lanjut,” imbuhnya.
Berdasarkan hal itu, ia pun menyampaikan bila perkembangan pasar oli nasional sangat dinamis ke depan. Ia juga menyatakan jika saat ini Pertamina Lubricants mendominasi pangsa pasar oli di Indonesia sebesar 37 persen.
“Sampai dengan sekarang kita yang paling kuat. Di segmen industri untuk otomotif sangat kompetitif, karena itu tadi pelayanannya cukup banyak di Indonesia,” ucapnya.
“(Pertumbuhan) tahun ini kurang lebih sama. Kalau kita lihat GDP bergeraknya di angka plus minus 5, ya kita kurang lebih estimasi untuk demand growth itu di 2,5 persen,” tandas Nugroho. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Konflik AS-Iran memunculkan volatilitas, yang sebagian investor lihat sebagai momentum untuk membeli aset… Read More
Poin Penting SMF menyalurkan pembiayaan Rp20,88 triliun sepanjang 2025, naik 22,75%, dengan laba Rp565 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance catat pembiayaan baru Rp43,2 triliun, naik 18% di 2025. Laba bersih… Read More
Poin Penting AFPI berharap bank Himbara menyalurkan sebagian dari Rp200 triliun SAL ke industri pinjaman… Read More
Poin Penting Pertamina Lubricants memastikan stok oli domestik aman meski konflik AS-Israel vs Iran berpotensi… Read More
Poin Penting BRI Life meluncurkan MODI, asuransi digital end-to-end yang bisa diakses sepenuhnya secara daring.… Read More