Menurut Suwandi, kedua bisnis ini sudah memasuki masa jenuhnya. Hal ini sudah mulai terbaca sejak akhir tahun 2013, dan belum ada alternatif pembiayaan yang mampu menggantikan posisi kedua jenis pembiayaan tersebut.
Dia melanjutkan, pembiayaan alternatif masih dicari oleh para pelaku industri. Salah satunya adalah pembiayaan modal kerja dan pembiayaan infrastruktur. Hal ini masih menjadi ceruk pasar yang masih diolah oleh pelaku industri pembiayaan.
Baca juga: APPI Anggar Kasus Arjuna dan Bima Tida Berdampak Sistemik
“Untuk masuk ke pembiayaan lainnya, perusahaan pembiayaan masih mengalami kendala lainnya. Pihak perbankan masih belum yakin untuk memberikan pendanaan ke sektor tersebut,” kata Suwandi.
Tidak hanya keraguan dari pihak perbankan, pihak pejaminan kredit seperti Jamkrindo dan Askrindo juga belum memantapkan niatnya untuk membantu perusahaan pembiayaan. (*) Indra Haryono
Page: 1 2
Poin Penting Presiden Prabowo bertemu tokoh dan ormas Islam di Istana untuk berdiskusi dan menampung… Read More
Poin Penting Pemerintah menanggapi peringatan MSCI dengan berkomitmen meningkatkan transparansi pasar modal, termasuk terkait porsi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,59 pada perdagangan 3 Februari 2026.… Read More
Jakarta - Jalan terjal yang dilalui bank-bank KBMI 2 belakangan ini kelihatannya terasa makin berat.… Read More
Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More
Poin Penting Survei Jobstreet by Seek menunjukkan 82 persen pekerja Indonesia merasa bahagia atau sangat… Read More