Ilustrasi: Kantor Prudential. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Pergeseran strategi tengah terjadi di industri asuransi jiwa Indonesia. Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link, yang sebelumnya menjadi primadona, kini mulai tertekan setelah regulasi baru yang memperketat praktik pemasaran.
Tren tersebut mendorong perusahaan-perusahaan asuransi, termasuk Prudential Indonesia mengalihkan fokus ke produk asuransi tradisional.
Vice President Director Prudential Indonesia, Vikas Sinha menyebut bahwa porsi bisnis baru Prudential saat ini hampir seluruhnya digerakkan oleh produk tradisional.
“Kalau di new business, saat ini hampir 80 persen sudah tradisional. Sementara unit link makin kecil porsinya,” ujarnya saat ditemui usai acara peluncuran PRUInfinity di Jakarta, Senin, 29 September 2025.
Baca juga: Prudential Gandeng UOB Genjot Premi Kanal Bancassurance
Meski demikian, portofolio yang sudah berjalan masih menunjukkan dominasi unit link.
“Sekitar 70 persen masih investasi atau unit link, dan 30 persen tradisional. Jadi, secara total portofolio, unit link masih besar. Tapi untuk bisnis baru, arah kami lebih banyak ke tradisional,” jelas Vikas.
Ia menegaskan, meskipun tren saat ini condong ke produk tradisional, unit link tetap memiliki peran penting. Produk ini dianggap relevan untuk segmen tertentu, terutama nasabah bancassurance yang berasal dari kalangan high net worth.
“Kalau bicara kanal bancassurance, nasabahnya lebih banyak segmen affluent. Mereka biasanya mau ambil sedikit risiko dalam portofolio keuangan, sehingga produk investasi seperti unit link tetap diminati,” katanya.
Baca juga: Survei Prudential Ungkap Warga RI Ngaku Tunda Perawatan Kesehatan, Ini Alasannya
Sementara itu, di kanal agency yang menyasar pasar mass market, kebutuhan proteksi lebih dominan.
“Agency lebih banyak bergerak ke arah proteksi, baik itu kesehatan, tabungan, atau endowment. Jadi memang produk tradisional lebih cocok untuk segmen ini,” tambahnya.
Regulasi yang lebih ketat memang menekan penjualan unit link. Namun, Prudential percaya produk ini tidak akan hilang dari pasar.
“Unit link jelas turun karena regulasi. Tapi kami percaya investasi masih memainkan peran penting. Kami juga terus berdialog dengan regulator untuk mengembalikan sentimen dan kepercayaan masyarakat,” tegas Vikas. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More