News Update

BISI Bagi Dividen Rp264 Miliar

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUSPT) PT BISI International Tbk (BISI) menyepakati dividen tunai tahun buku 2016 sebesar Rp264 miliar atau setara dengan Rp88 per saham.

“Dividen yang dibagikan sebesar Rp264 miliar itu merupakan 78,54 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2016,” kata Direktur Utama BISI International Jemmy Eka Putra usai paparan publik di Jakarta, Rabu, 31 Mei 2017.

Ia mengemukakan bahwa pada tahun 2016 perseroan membukukan kenaikan laba bersih sekitar 27 persen dari laba bersih pada tahun sebelumnya sebesar Rp265 miliar, atau menjadi Rp336 miliar.

Sementara itu, pada kuartal I-2017 ini, perseroan membukukan laba sebesar Rp76 miliar, atau mengalami penaikan dari laba periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp65 miliar.

Pada tahun ini, perseroan sendiri menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 30 persen, dan penjualan juga meningkat sebesar 30 persen menjadi Rp2,4 triliun dibanding raihan pada tahun 2016 yang sebesar Rp1,85 triliun.

“Kami optimistis target laba dan penjualan tahun ini tumbuh 30 persen. Hal ini terlihat dari kinerja pada Kuartal I 2017,” katanya.

Perseroan optimisme target itu tercapai menyusul dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

Aturan itu, lanjut dia, cukup berpengaruh terhadap petani maupun perseroan yang merupakan perusahaan selaku produsen bibit hibrida untuk tanaman jagung, padi, dan hortikultura, serta produsen pestisida dan distributor pupuk.

Semangat menanam petani yang tinggi akan mendorong minat pembelian bibit. Dalam riset, jenis produk hibrida menunjang kualitas hasil produk yang lebih baik. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

8 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

9 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

15 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

15 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

16 hours ago