sports

Bincang dengan Ronaldinho, Menko Airlangga: Pentingnya Pembinaan Atlet Sejak Dini

Jakarta – Selama terjadinya lonjakan pandemi Covid-19, perhelatan sejumlah pesta olahraga di Indonesia juga menjadi sektor yang terdampak dan sempat terhenti selama beberapa waktu, termasuk bagi cabang olahraga sepak bola. Dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi, Pemerintah terus mendukung upaya dari berbagai pihak untuk membangkitkan lagi antusiasme di dunia olahraga.

Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut kedatangan legenda sepak bola asal Brasil, Ronaldo de Assis Moreira, yang lebih dikenal sebagai Ronaldinho, di Lapangan Banteng Jakarta, Senin (27/06). Pesepak bola yang juga merupakan penerima trofi Ballon d’Or tahun 2005 tersebut kemudian terlibat dalam perbincangan yang akrab dan santai bersama Menko Airlangga.

“Indonesia dan Brasil memiliki iklim yang sama, bahkan penduduk Indonesia lebih banyak dari Brasil, namun Indonesia masih perlu belajar banyak untuk mencatatkan prestasi dalam sepak bola dunia seperti Brasil. Indonesia butuh banyak sekolah sepak bola yang siap mencetak atlet terbaik. Atlet sepak bola juga perlu disiapkan sejak dini,”ujar Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut.

Ronaldinho pun menyetujui buah pemikiran yang diutarakan oleh Menko Airlangga tersebut. “Ide yang bagus. Saya telah mulai bermain sepak bola sejak berusia 7 tahun dan memulai karir profesional di usia 17 tahun,” ungkap Ronaldinho.

Berdasarkan data dari WorldAtlas, sepak bola menjadi cabang olahraga paling populer di dunia yang berhasil menggaet sekitar 4 milliar penggemar di seluruh dunia. Sebagai legenda sepak bola dunia, tentunya kedatangan Ronaldinho ke Indonesia juga dapat diharapkan membawa angin segar bagi dunia persepakbolaan nasional.

Menko Airlangga menyampaikan agar momentum berharga ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan sepak bola Indonesia di kancah dunia. Hadirnya Ronaldinho di Indonesia juga diharapkan mampu menggairahkan kembali dunia sepak bola di tanah air, sehingga ikut mendorong kembali pulihnya roda perekonomian yang terkait dengan bidang olahraga. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

2 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

3 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

3 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

4 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

6 hours ago