News Update

Bila RI Lockdown, Kredit Perbankan Akan Berkontraksi

Jakarta – Penerapan kebijakan lockdown atau mengisolasikan wilayah guna meminimalisir penyebaran virus corona atau COVID-19 diprediksi bakal mengganggu pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tak hanya itu, kebijakan tersebut juga dikhawatirkan akan menggerus pertumbuhan kredit perbankan.

Ekonom PT Bank Permata Josua Pardede kepada infobanknews menjelaskan, apabila lockdown diterapkan di Indonesia khususnya pulau Jawa saja, maka pertumbuhan kredit akan sangat melambat atau bahkan berkontraksi.

“Apabila lockdown diaplikasikan, pemulihan kredit pada Januari 2020 ini akan terhambat signifikan. Hal ini disebabkan bahwa berbeda dengan perekonomian, proporsi kredit perbankan masih timpang ke pulau Jawa, dengan proporsi kredit di pulau Jawa mencapai 68,39% dari total kredit di Indonesia,” jelas Josua di Jakarta, Kamis 19 Maret 2020.

Josua menambahkan pemulihan pertumbuhan kredit memang baru berlangsung pada bulan Januari 2020 yang sedikit membaik dengan bertumbuh 6,10% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di bulan Desember 2019, 6,08%YoY.

Di sisi lain, ekonomi DKI Jakarta sendiri menyumbang 17,9% dari perekonomian Indonesia, sedangkan secara total, perekonomian di Pulau Jawa menyumbang hampir 60% perekonomian Indonesia. Dengan terganggunya aktifitas ekonomi di pulau Jawa salahsatunya kebijakan lockdown maka aktifitas perbankan juga terganggu, mulai dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan juga pertumbuhan kredit. 

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2020 hanya sebesar 6,10% yoy yang ditopang oleh kredit investasi tumbuh double digit di level 10,48% yoy. Semenatara dari sisi penghimpunan dana yakni Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan juga masih tumbuh sebesar 6,80% yoy, lebih tinggi dari capaian tahun lalu. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

32 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

1 hour ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

4 hours ago