Categories: Perbankan

BII Bidik Pertumbuhan Fee Based Income 15%

Transaksi kartu kredit dan asuransi masih menjadi penyumbang pendapatan imbal jasa atau fee based income BII. Ria Martati

Jakarta–Pertumbuhan kredit yang melambat membuat bank mencari cara memupuk profit dengan memanfaatkan ceruk pendapatan selain pendapatan bunga. PT Bank Internasional Indonesia, Tbk (BII), misalnya memilih menggenjot pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee based income).

“Kita fee based bisa double digit, target saya mungkin di kisaran 15%,” kata Direktur Keuangan PT Bank Internasional Indonesia, Tbk (BII) Thilagavathy Nadason di kantornya, Jakarta, 6 Agustus 2015.

Per Juni 2015, pendapatan fee based income BII tercatat naik 8,5% menjadi Rp1,1 triliun dibandingkan dengan Rp1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Fokus bank yang lebih tinggi pada advisory activities, asuransi, dan fee terkait kartu kredit memberikan kontribusi pada pendapatan fee yang lebih tinggi pada periode ini.

“Kebanyakan dari transkasi kartu kredit, bancassurance, walaupun sepeda motor dan mobil enggak seperti kemarin tapi masih ada transaksi auto, dan transaksi forex,” tambahnya.

Sepanjang semester pertama tahun ini, BII mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 388 miliar atau naik 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berakhir 30 Juni 2014 sebesar Rp341 miliar.

Kinerja yang membaik ini didukung oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih (NII) yang dicapai melalui kedisiplinan bank dalam melakukan pricing pinjaman, liability management  yang aktif dan penerapan Strategic Cost Management Program (SCMP) yang intensif di internal perusahaan. Pendapatan bunga bersih (NII) BII meningkat 10,9% dari Rp2,8 triliun pada Juni 2014 menjadi Rp3,1 triliun pada Juni 2015 karena marjin bunga bersih perseroan naik menjadi 4,73% dari 4,48%. (*)

@ria_martati

Paulus Yoga

Recent Posts

Perjanjian Dagang RI-AS: Era Kecemasan Sistem Pembayaran dari “Ayat-ayat Setan”

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More

1 hour ago

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

6 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

7 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

7 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

9 hours ago