BRI Digital diklaim perseroan sebagai layanan digital terlengkap di Indonesia, yang mengintegrasikan beberapa layanan perbankan yang memanfaatkan teknologi terkini seperti Hybrid Machine, Cash Recycle Machine, Video Banking, E-UMKM Interactive, E-Board, Media Wall Interactive, Smart Table hingga fitur terbaru, yaitu, Transparent Glass Interactive (Oled).
Dalam pelayanan di BRI Digital, nasabah dapat memenuhi semua kebutuhan transaksinya secara swadaya atau self-service tanpa harus bertemu langsung dengan customer service (cs) ataupun teller. Tidak hanya itu, BRI digital yang yang didukung sepenuhnya oleh jaringan komunikasi satelit finansial milik bank BRI, BRIsat, juga menyediakan jasa konsultasi layanan keuangan oleh banking assistant.
(Baca juga : BI: Ekonomi Digital Kunci Pendorong Pertumbuhan)
Direktur Konsumer BRI, Sis Apik Wijayanto menambahkan, bahwa perseroan menyiapkan investasi sekitar Rp14 miliar hingga Rp15 miliar untuk penambahan outlet BRI Digital tahun ini. “Menuju cashless. Semua digital payment. Kan di beberapa mall sudah ada tinggal dilengkapi fiturnya. Ini model BRI sekarang sudah mengimplementasikan digital banking,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More