Bidik Segmen Kesehatan, Mandiri Syariah Dukung IHex 2018
Jakarta – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) terus mendukung segmen kesehatan nasional dengan turut ramaikan Islamic Healthcare Expo (IHex) 2018 selama 10-12 April di JCC. Expo yang diselenggarakan Asosiasi RS Syariah dan Perguruan Tinggi Islam (Mukisi) akan diisi oleh berbagai conference dan workshop seputar dunia kesehatan.
Corporate Secretary Mandiri Syariah, Rizky Wisnoentoro menyampaikan expo ini merupakan salah satu upaya Mandiri Syariah mensosialisasikan produk layanan syariah khususnya bagi industri kesehatan.
“Rumah sakit dan pendidikan Islam adalah sektor yang sedang bertumbuh seiring meningkatnya kelas menengah Muslim. Sektor kesehatan dan pendidikan tersebut sejalan dengan salah satu fokus yang dibidik Mandiri Syariah tahun ini” ujar Rizky di Jakarta, Senin 9 April 2018.
Pada expo tersebut Mandiri Syariah juga akan menandatangani MoU dengan beberapa RS meliputi pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, maupun cash management dengan prinsip syariah. Termasuk di dalamnya dukungan supply chain untuk para rekanan RS.
Baca juga: Trend NPF Mandiri Syariah Terus Menurun
Sementara itu Group Head Institutional Banking Mandiri Syariah, Achmad Fauzi menuturkan Mandiri Syariah akan terus tingkatkan teknologi dan fasilitas sesuai dengan kebutuhan industri kesehatan.
Fauzi menjelaskan, teknologi Cash Management System Bank Syariah Mandiri ke depannya akan mengembangkan Billing Payment yang mengintegrasikan sistem antara RS dan Bank.
“Ke depannya kami akan terus proaktif menawarkan desain solusi produk dan layanan berbasis syariah bagi industri kesehatan. Kami juga berharap kerjasama ini tidak terbatas pada institusinya saja tapi juga pegawai dari institusi tersebut dapat menggunakan produk retail Mandiri Syariah seperti Tabungan BSM, Tab Mabrur, Pembiayaan Griya, Pembiayaan Kendaraan (BSM OTO), Gadai dan Cicil Emas, dan lainnya” tukas Fauzi.(*)
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More