Capital Life
Jakarta – PT Capital Life Indonesia (Capital Life) kembali menggandeng multifinance untuk memuluskan langkahnya meraih target premi 2018. Kali ini sister company dari Bank Capital ini menggaet MNC Finance. Kerjasama dilakukan di bidang asuransi jiwa kredit untuk KPR, Pembiayaan Multiguna, dan Pembiayaan kendaraan.
Pendatangan kerjasama dilakukan oleh Antony Japari selaku CEO Capital Life, dan Suhendra Lie selaku President Director MNC Finance. Antony mengaku, hingga saat ini pihaknya telah menggandeng total 7 finance company untuk kerjasama asuransi jiwa kredit. Selain itu, Capital Life saat ini juga sudah bermitra dengan total 12 bank. “1 bank yakni Bank Capital untuk bancassurance, dan 11 bank lainnya untuk asuransi jiwa kredit” ujar Antony.
Melalui kerjasama ini, Capital Life meyakini akan mampu memenuhi target premi yang dipatok sekitar Rp 7 triliun di akhir 2018. “Target ini telah kami revisi dari sebelumnya sebesar Rp6,5 triliun” imbuh Antony.
Kedepan, Capital Life telah siap menggandeng 2 bank lagi. “Ada 2 bank, 1 lokal yakni dari Bank BUKU 2, dan satu lagi JV di kelompok Bank BUKU 3. Kami targetkan semester 2 ini, kerjasama sudah bisa terealisasi” pungkasnya.
Secara keseluruhan, Capital Life telah bekerja sama dengan lebih dari 30 institusi keuangan. Diantaranya, 12 bank, 8 asuransi umum, 7 multifinance, dan beberapa perusahaan broker asuransi seperti Alfamart, Valdo, dan Halodoc.(*)
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan ke KPK soal penerimaan fasilitas jet pribadi dari OSO… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menindak alumni LPDP yang menghina Indonesia dan mewajibkan pengembalian… Read More
Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More
Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More
Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More
Poin Penting Lemahnya kontrol akses, monitoring belum real-time, dan pengawasan vendor jadi titik rawan industri… Read More