Jakarta – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memproyeksikan bisnisnya akan mengalami pertumbuhan di kisaran 8-10% pada tahun ini. Untuk mewujudkan target tersebut, perseroan akan memperluas pasar di segmen public sector dan komersial. Tentu dengan tetap mempertahankan dan memperbesar market share di sektor finansial dan telekomunikasi yang selama ini menjadi kekuatan bisnis Multipolar Technology.
Perseroan optimis target tersebut mampu direalisasikan. Apalagi mengingat potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar. Ini akan berdampak positif bagi bisnis perseroan. Sejauh ini, kontribusi bisnis hardware dan services masih menjadi pangsa utama Multipolar Technology. Namun perseroan juga sudah masuk ke bisnis non-hardware, seperti cloud, mobile, big data/data analytic, hingga next gen security.
“Di luar dari sektor finansial dan telekomunikasi, perseroan ingin memperluas pasar di publik sektor dan komersial,” kata Wahyudi Chandra, Presiden Direktur Multipolar Technology dalam papara publik daring yang digelar pada Jumat 30 April 2021.
Direktur Multipolar Technology Yugi Edison menambahkan, ada beberapa publik sektor yang disasar perseroan. Antara lain terkait bidang pendidikan. Pemerintah Indonesia sangat fokus mengembangkan SDM, di dalamnya termasuk melalui digitalisasi pendidikan. Selanjutnya ada juga sektor industri kesehatan atau health care yang berkembang baik di masa pandemi Covid-19.
Sedangkan di sektor komersial, beberapa sektor yang tumbuh di tengah pandemi, seperti farmasi dan insurance akan menjadi pasar yang dibidik Multipolar Technology.
Sebagai informasi, pada 2020 lalu Multipolar Technology mencatatkan kinerja positif. Perseroan membukukan laba bruto sebesar Rp371,57 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp161 miliar, tumbuh 28,8% year on year (yoy) dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp125 miliar. Ini ditopang oleh kenaikan penjualan bersih dan pendapatan jasa yang meningkat 9,38% dari Rp2,45 triliun menjadi Rp2,68 triliun. Sedangkan pendapatan operasi mencapai Rp212 miliar, naik 23,25% dari Rp172 miliar di tahun 2019.
Adapun rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar hari ini antara lain menyetujui pembagian dividen sebesar Rp215,63 miliar atas 1.875.000.000 saham atau Rp115 per lembar saham. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More