Keuangan

Bidik Milenial, Astra Life Hadirkan Produk Baru Secara Digital

Jakarta – PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) memperkenalkan produk teranyarnya, Flexi Life Protection Syariah. Produk ini didistribusikan secara digital, sehingga lebih mudah diakses oleh para calon nasabahnya.

“Pada kuartal pertama 2023 ini, kami meluncurkan Flexi Life Protection Syariah yang bukan hanya produk asuransi jiwa berbasis syariah, namun juga dipasarkan secara digital di e-commerce kami,”ujar Windawati Tjahjadi, Presiden Direktur Astra Life dikutip Kamis, 16 Maret 2023.

Lebih jauh dia menjelaskan, Flexi Life Protection Syariah merupakan produk asuransi jiwa berjangka yang memberikan perlindungan finansial berupa manfaat Santunan Asuransi atas risiko meninggal dunia hingga Rp 2 miliar, tanpa cek medis, serta memberikan tambahan 100% Santunan Asuransi atas risiko meninggal dunia karena kecelakaan.

“Untuk besaran kontribusi mulai dari Rp228 ribu per tahun dan tersedia dalam masa pembayaran bulanan, kuartalan, semesteran, hingga tahunan,” ungkap Windawati.

Baca juga: AIA Perkuat Transparansi Dalam Pemasaran Produk Unit Link

Adapun syarat usia kepesertaan mulai dari 18-60 tahun dengan masa perlindungan 1 tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis hingga peserta yang diasuransikan mencapai usia 85 tahun.

“Melalui produk baru ini, kami dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia, terutama segmen keluarga muda milenial yang mencari produk berbasis syariah, dengan pengalaman berasuransi online,” tutup Windawati.

Sekadar informasi, Astra Life sendiri sebelumnya telah meluncurkan tiga produk Syariah yang terdiri dari produk asuransi kredit syariah, produk asuransi jiwa murni syariah, dan produk asuransi jiwa syariah yang dikaitkan dengan investasi (unit link).(*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

7 mins ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

1 hour ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

1 hour ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

2 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

2 hours ago

Mendes Minta Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret di Desa, Ini Alasannya

Poin Penting Mendes mengusulkan penghentian izin baru minimarket di desa untuk melindungi usaha rakyat dan… Read More

2 hours ago