News Update

Bidik Laba Rp4 Triliun di 2026, BTN Perkuat Layanan Wealth Management

Poin Penting

  • PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) agresif perkuat wealth management lewat BTN Prioritas dan BTN Private, tak lagi sekadar bank KPR.
  • Laba BTN 2025 naik 16,4 persen jadi Rp3,5 triliun; AUM wealth management tembus Rp20 triliun (+20 persen yoy).
  • Ekosistem Konsumer – Perluas layanan investasi dan transaksi digital untuk dorong pertumbuhan nasabah 2026.

Jakarta — Transformasi bisnis yang dijalankan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan arah baru. Tak lagi hanya dikenal sebagai bank spesialis kredit pemilikan rumah (KPR), BTN kini agresif memperkuat layanan wealth management melalui BTN Private dan BTN Prioritas.

Pada momen perayaan Tahun Baru Imlek 2026, misalnya, dimanfaatkan perseroan untuk mengapresiasi nasabah segmen atas sekaligus menegaskan komitmen pengembangan layanan pengelolaan kekayaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi BTN menuju konsep Beyond Mortgage.

Wakil Direktur Utama BTN, Oni Febriarto Rahardjo, mengatakan sebagai bank besar, BTN harus mampu memenuhi kebutuhan finansial nasabah secara menyeluruh, termasuk perencanaan dan pengelolaan investasi.

“Kalau mau menjadi bank yang lengkap, kami harus bisa menghadirkan produk dan layanan yang setara dengan bank-bank lain. Produk dan layanan itu akan terus kami kembangkan dengan kualitas terbaik,” ujar Oni dalam keterangannya, Selasa, 24 Februari 2026.

Baca juga: BGN Tegaskan Sekolah Boleh Tolak MBG, Asal Alasan Ini Terpenuhi

Lanjutnya, penguatan wealth management sendiri ditopang kinerja keuangan yang solid. Sepanjang 2025, BTN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun atau tumbuh 16,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Total aset perseroan menembus Rp527,8 triliun, meningkat 12,4 persen yoy. Penyaluran kredit juga tumbuh 11,9 persen yoy menjadi Rp400,6 triliun.

Oni menargetkan laba bersih pada 2026 dapat melampaui Rp4 triliun. Ia menilai pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,2–5,6 persen menjadi peluang untuk memperluas basis nasabah wealth management.

Menurut dia, pengelolaan kekayaan tidak sekadar menempatkan dana pada instrumen investasi, melainkan membutuhkan perencanaan berbasis tujuan (investment with purpose), manajemen risiko yang disiplin, dan diversifikasi portofolio yang terukur.

Segmentasi dan Pertumbuhan AUM

Sementara, Direktur Network and Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menambahkan penguatan wealth management menjadi bagian penting transformasi bisnis perseroan.

Baca juga: BTN Salurkan 5,97 Juta Kredit Perumahan Rp555 Triliun, Mayoritas untuk MBR

BTN membagi layanan pengelolaan kekayaan ke dalam beberapa segmen, yakni Prospera dengan dana kelolaan mulai Rp300 juta, Prioritas minimal Rp500 juta, dan Private Banking dengan dana di atas Rp15 miliar.

Hingga saat ini, Asset Under Management (AUM) BTN telah mencapai sekitar Rp20 triliun atau tumbuh lebih dari 20 persen secara tahunan.

“Akusisi terhadap nasabah-nasabah baru kita jaga dengan target secara leveling. Dari mulai Prospera kami tingkatkan jadi Prioritas. Kemudian nasabah Prioritas kami tingkatkan menjadi Private banking,” jelasnya.

Penguatan layanan wealth tersebut sejalan dengan langkah strategis BTN tidak lagi hanya fokus pada pembiayaan perumahan. Tapi juga menghadirkan kartu kredit, kredit kendaraan bermotor (KKB), Buy Now Pay Later (BNPL), hingga berbagai produk investasi. Strategi ini sekaligus memperkuat posisi BTN sebagai bank konsumer terdepan di antara bank Himbara.

“Semua kebutuhan konsumer maupun investasi akan kami penuhi di tahun ini,” ujar Rully.

Rully optimistis menatap 2026 dengan strategi membangun kedekatan yang lebih kuat dengan nasabah. Terutama melalui pendekatan lifestyle dan integrasi layanan finansial. 

Salah satunya melalui Bale by BTN yang dikembangkan sebagai pusat transaksi terpadu, mulai dari pembelian reksa dana dan saham, pembayaran dengan QRIS dan kartu kredit, fitur BNPL, hingga fasilitas cicilan kendaraan bermotor. 

“Dengan ekosistem ini, BTN menargetkan pertumbuhan bisnis yang lebih solid dan berkelanjutan,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More

5 mins ago

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,26 Persen ke Posisi 8.374

Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More

1 hour ago

Utang Luar Negeri Perbankan Turun Tipis ke USD31,75 Miliar pada Desember 2025

Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More

1 hour ago

BGN Buka-bukaan soal Anggaran MBG, Ini Rincian per Porsi

Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More

2 hours ago

PINTAR BI Buka Penukaran Uang Baru Periode 2 Hari Ini, Cek Batas Maksimal

Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More

2 hours ago