Jakarta– PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia) pada tahun 2019 masih bertekad untuk dapat masuk Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU III).
Salahsatu upaya yang akan dilakukan perseroan dalam mencapai tujuan tersebut ialah dengan penambahan modal melalui mekanisme rights issue.
“Saat ini masih di bank buku II, mudah mudahan tahun depan akan masuk ke buku III, salah satunya kita akan right issue untuk penambahan modal,” ungkap Direktur CCB Indonesia, Adri Triwijahjo setelah menghadiri RUPSLB CCB Indonesia di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Jumat 2 Febuari 2018.
Adri menjelaskan, pelaksanaan rights issue akan dilaksanakan secara bertahap dan akan dilangsungkan pada semester II tahun 2019. Dirinya menyebut, perseroan sendiri masih membutuhkan dana modal diangka Rp3 triliun agar dapat naik ke BUKU III.
Tak hanya itu, pihaknya pada tahun ini juga fokus untuk terus menyalurkan kreditnya pada sektor infrastruktur yang telah dicanangkan oleh pemerintah, salahsatunya dengan mengikuti sindikasi pembangunan jalan tol.
“Kita masih fokus untuk sektor infrastruktur salahsatunya yakni sindikasi jalan tol, kita juga ada ikut penerbangan intinya yang sesuai dengan pembangunan Indonesia dan sejalan dengan program pemerintah dan portofolio kita di infrastruktur sudah 20 persen,” tambah Adri.
Dirinya berharap, penambahan modal dan fokus penyaluran kredit ini dapat menggenjot aset perseroan sehingga nantinya bisa meningkatkan kinerja dan efisiensi CCB Indonesia. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More