Ekonomi dan Bisnis

Bidik 800 Ribu Pengguna di Akhir 2024, Begini Strategi Paper.id

Jakarta – Jumlah pengguna platform penagihan dan pembayaran digital, Paper.id terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga akhir 2024, Paper.id membidik hingga 800 ribu pengguna.

CoFounder dan CEO Paper.id, Yosia Sugialam, menyatakan untuk merealisasikan target tersebut, pihaknya akan melakukan pengembangan sekaligus penambahan fitur-fitur baru bagi penggunanya.

“Kita bisa cicilan sekarang, bisa cross-border nantinya, bisa juga dulu cuma invoicing doang sekarang bisa payment gitu kan, mereka selalu appreciate. Jadi kita lihat selalu apa yang bisa kita tambah-tambahin fitur dan kelebihan kita buat user, itu tetap jadi strategi utama, fokus ke user lah, selalu fokus ke user,” ucap Yosia kepada media di Jakarta, 18 September 2024.

Baca juga: Perluas Akses Pembiayaan UKM, Paper.id Hadirkan Layanan Cicilan Usaha

Paper.id juga terus melakukan partnership dengan industri perbankan maupun komunitas-komunitas nasabah yang biasanya dilakukan melalui launching kartu kredit maupun sosialisasi dari sisi industri perbankan.

“Ada yang lain lagi yang lebih mikro tapi lebih in-depth, kita bikin event bareng sama mereka, ngumpulin nasabah kita plus nasabah mereka, jadi digabung dua-duanya, saling dapat benefit, mereka bisa kenalin produk banking, kita sendiri juga bisa kenalin off paper ke customer-customernya mereka, itu yang lebih kecil, kita udah pernah ngadakan berpuluh-puluh event, dulu kalau ngitung dari 2-3 tahun terakhir, dengan berbagai macam,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Paper.id saat ini telah melakukan kolaborasi bersama dengan beberapa industri perbankan, di antaranya Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), UOB, dan DBS.

“Enam bulan ke depan Perusahaan dikabarkan akan menambah 2-3 bank lagi yang akan berkolaborasi dengan Paper.id,” tambahnya.

Baca juga: Jurus LPEI Dorong UKM Binaan BRI Tembus Pasar Global

Yosia menuturkan pertumbuhan dari Paper.id dalam tiga tahun terakhir telah mampu bertumbuh hampir 80 kali lipat, dengan rata-rata proses pembayaran per tahunnya mencapai USD10 juta. Hingga saat ini, proses pembayarannya sudah tembus USD2 miliar. DIharapkan pertumbuhannya di tahun menyentuh double digit.

“Kalau pertumbuhan realistis, pastinya kita berharap masih dua digit. Berharap masih dua digit, persisnya berapa mungkin saya belum bisa share bagaimana, cuman dua digit masih possible. Kalau kita masih possible. Bahkan baru mungkin 1-2 bulan terakhir ini sih,” ujar Yosia. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

8 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

8 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

8 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

8 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

8 hours ago

YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026

Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More

9 hours ago