Keuangan

Biar Mudik Lebaran Tenang, Perlukah Rumah Diasuransikan?

Jakarta – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, masyarakat saat ini telah mulai gencar melakukan persiapan untuk pulang ke kampung halaman atau mudik dan berlibur menjelang datangnya masa Idul Fitri 2024.

Kepala Wilayah I BCA Insurance, Indra Gunawan, mengatakan bahwa, masyarakat perlu memerhatikan perlindungan untuk rumah ataupun hunian yang akan ditinggalkan, sebagai salah satu langkah antisipasi dari ancaman kebakaran.

“Pasti saat mudik seluruh anggota keluarga kita diajak dan rumah kosong, di situ ada kebutuhan untuk memproteksi aset kita. Makanya kenapa harus diproteksi, khususnya pada saat mudik, untuk memastikan aset kita dalam hal ini rumah terjaga. Jangan sampai setelah mudik justru kita tidak punya tempat tinggal,” ucap Indra dalam keterangan resmi di Jakarta, 21 Maret 2024.

Baca juga: Jangan Dianggap Sepele, Ini Manfaat Miliki Asuransi Rumah

Indra menjelaskan, antisipasi tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kebakaran yang sering terjadi di DKI Jakarta dan biasanya dipicu oleh hubungan arus pendek listrik atau biasa disebut ‘silent killer’.

“Kenapa kita sebut silent killer? Karena kita tidak tahu bisa saja terjadi karena panas kabelnya atau panel listriknya. Kita juga tidak tahu di mana lokasi kabel yang panas itu, di bawah tanah atau di atas plafon? Untuk pengecekannya pun sulit,” imbuhnya.

Adapun, berbagai risiko lain juga dapat menimpa rumah saat ditinggal mudik atau liburan, terkait dengan huru-hara, banjir, hingga kejadian lainnya. Sehingga, calon pemudik diimbau untuk mengasuransikan rumah tinggalnya.

Baca juga: Begini Cara Daftar dan Syarat Mudik Gratis 2024 Kemenhub, Perusahaan BUMN hingga Swasta

Salah satu produk yang bisa dimanfaatkan calon pemudik, yakni asuransi rumah tinggal. Produk asuransi ini relatif terjangkau bagi para pemudik yang ingin tempat tinggalnya terproteksi selama berlibur.

“Asuransi rumah tinggal adalah asuransi yang paling murah dari semua asuransi properti yang ada. Kalau saya bisa gambarkan, untuk satu tahun dengan kita anggap nilai bangunannya Rp500 juta per tahun biayanya sekitar Rp150 ribu,” ujar Indra. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

2 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

8 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

8 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

9 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

10 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

13 hours ago