BI: Capital Inflow Minggu Pertama Januari Capai Rp6,8 Triliun
Jakarta– Bank Indonesia (BI) meyakini, bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed tidak akan naikan suku bunga acuan miliknya sepanjang tahun ini bahkan hingga tahun depan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo pada saat konfrensi pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Dirinya menilai, ketidakpastian perekonomian global sudah mulai berkurang.
“Kali ini kami melihat The Fed tak naikkan bunga tahun ini dan tahun depan,” kata Perry di Jakarta, Kamis 25 April 2019.
Tak hanya itu, dirinya juga menilai perlambatan ekonomian AS diperkirakan masih terus berlangsung hingga akhir tahun ini. Hal tersebut dipengaruhi menurunnya pendapatan dan keyakinan pelaku usaha, terbatasnya stimulus fiskal pasca berakhirnya penurunan pajak korporasi, serta berlanjutnya permasalahan struktural di pasar tenaga kerja.
Demikian pula ekonomi Tiongkok masih melambat, meskipun telah dilakukan ekspansi fiskal melalui pemotongan pajak dan pembangunan infrastruktur.
Sementara perbaikan ekonomi Eropa juga diprakirakan lebih lambat akibat melemahnya ekspor dan belum selesainya permasalahan di sektor keuangan serta berlanjutnya tantangan struktural terkait kondisi aging population.
“Demikian juga perbaikan ekonomi negara-negara Amerika Latin dan Timur Tengah lebih rendah dari prakiraan. Sejalan dengan perlambatan ekonomi dunia, volume perdagangan dan harga komoditas global menurun, kecuali harga minyak yang naik pada periode terakhir karena faktor geopolitik,” jelas Perry.
Respons kebijakan moneter global tidak seketat prakiraan semula sehingga ketidakpastian pasar keuangan global berkurang. Perkembangan ekonomi global di satu sisi memberikan tantangan dalam mendorong ekspor, namun berkurangnya ketidakpastian keuangan global di sisi lain berdampak positif bagi aliran masuk modal asing ke negara berkembang, termasuk Indonesia. (*)
Oleh Tim Redaksi Infobank PROSES pergantian kursi panas di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasuki babak… Read More
Poin Penting Infobip akan meluncurkan platform Agent OS pada April 2026 untuk menyatukan fungsi omnichannel… Read More
Poin Penting Amar Bank menilai perbankan digital memiliki peluang besar untuk memperluas penyaluran kredit kepada… Read More
Poin Penting Perbarindo menggelar buka bersama dengan anggota dan 50 anak panti asuhan, sebagai bentuk… Read More
Poin Penting Konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak memicu volatilitas pasar keuangan Indonesia serta… Read More
Poin Penting Aktivitas transaksi tinggi menjelang Idulfitri 2026 memicu kenaikan laporan penipuan digital, terutama tiket… Read More