Jakarta–Bank Indonesia (BI) masih meyakini industri perbankan tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal itu didorong oleh kondisi global yang semakin baik, seiring positifnya harga komoditas dan iklim investasi.
Deputi Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Kurniawan Agung mengatakan, membaik kondisi global tentunya membawa efek positif ke Indonesia.
“Kini masalahnya demand kredit, dengan penurunan suku bunga kedepan pertumbuhan kredit bisa lebih baik,” kata Kurniawan dalam seminar yang diselenggarakan Infobank dan Perbanas dengan bertema “Sinergi Antara Regulator, Perbankan & Pengembang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kredit & Perlindungan Konsumen di Sektor Property” di Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017.
Bank sentral sendiri tambahnya, telah mengeluarkan kebijakan makroprudensial beberapa kali tahun lalu. Salah satunya dengan menurunkan suku bunga acuannya. Hal itu dilakukan demi mendorong perekonomian dan pertumbuhan kredit, khususnya sektor properti.
Ke depan, lanjut Kurniawan, BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membahas kebijakan-kebijakan yang tentunya dapat mempengaruhi kondisi industri bisa lebih baik.
Meski tidak lebih spesifik kebijakan makroprudensial seperti apa yang akan dikeluarkan. Namun tambahnya hal itu nantinya bisa mendorong pertumbuhan perbankan bisa semakin baik.
“Karena kalau kita lihat untuk NPL perbankan secara nominal semakin ke arah positif. Seiring membaiknya pertumbuhan kredit. Kita tinggal nunggu waktu saja,” jelas Kurniawan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More