Moneter dan Fiskal

BI Waspadai Inflasi Pangan Jelang Ramadhan

Jakarta–Meski laju inflasi hinga akhir tahun masih berada pada tren menurun, namun Bank Indonesia (BI) tetap mewaspadai kenaikan inflasi dari komponen volatile food menjelang bulan Ramadhan.

Menurut Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, inflasi akibat harga pangan bergerak dipastikan akan meningkat menjelang Ramadhan.

“Apalagi, kita mau memasuki bulan puasa pada bulan Juni. Nanti itu panen kita sudah lewat masa panen padi. Jadi, perlu diwaspadai inflasi bahan pangan,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 1 April 2016.

Kendati inflasi dari komponen administered price mengalami penurunan akibat kebijakan pemerintah yang menurunkan harga BBM, namun kata dia, pemerintah harus tetap menekan laju inflasi dari komponen harga barang bergerak.

“Kalau kita mau bicara tentang suku bunga, salah satu faktor yang menentukan suku bunga dana itu adalah inflasi,” tukas Mirza.

Dia menilai, jika sejumlah kalangan menginginkan penurunan suku bunga deposito, maka angka inflasi juga harus turun. “Kalau bicara suku bunga kredit, itu pasti di atas suku bunga dana. Jadi, kalau kita bicara suku bunga, faktor utama pasti inflasi,” paparnya.

Mirza mengungkapkan, inflasi Maret 2016 yang sebesar 0,19% (month-to-month) menunjukkan adanya tren kenaikan inflasi. Padahal, di bulan sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan deflasi 0,09% (mtm).

“Maret ini inflasi 0,19%, berarti secara year-on-year sebesar 4,45%. Masih dalam range-nya BI yang berkisar 3-5%. Tetapi, memang akan lebih baik kalau bisa menjaga inflasi di bawah 4,5%,” tutup Mirza. (*)

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

IHSG Hari Ini (2/2) Dibuka Melemah 0,36 Persen ke Posisi 8.299

Poin Penting IHSG dibuka turun 0,36 persen ke level 8.299,82 dengan nilai transaksi Rp814,38 miliar;… Read More

6 mins ago

Setelah MSCI, Pergerakan IHSG Pekan Ini Bakal Dipengaruhi Sentimen Berikut

Poin Penting Pasar menanti rilis pertumbuhan ekonomi full year 2025 yang diperkirakan di kisaran 5,1–5,2… Read More

29 mins ago

Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Kudeta “Tak Berdarah” Tiga Komisioner OJK Mundur Terhormat

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More

5 hours ago

Bos Danantara Sebut Demutualisasi BEI Buka Pintu Investor Global

Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More

10 hours ago

CIO Danantara Buka Suara soal Demutualisasi BEI dan Potensi Konflik

Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More

11 hours ago

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

11 hours ago