BI Berkomitmen Tekan Inflasi Hingga Dikisaran 3%
Jakarta–Meski laju inflasi hinga akhir tahun masih berada pada tren menurun, namun Bank Indonesia (BI) tetap mewaspadai kenaikan inflasi dari komponen volatile food menjelang bulan Ramadhan.
Menurut Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, inflasi akibat harga pangan bergerak dipastikan akan meningkat menjelang Ramadhan.
“Apalagi, kita mau memasuki bulan puasa pada bulan Juni. Nanti itu panen kita sudah lewat masa panen padi. Jadi, perlu diwaspadai inflasi bahan pangan,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 1 April 2016.
Kendati inflasi dari komponen administered price mengalami penurunan akibat kebijakan pemerintah yang menurunkan harga BBM, namun kata dia, pemerintah harus tetap menekan laju inflasi dari komponen harga barang bergerak.
“Kalau kita mau bicara tentang suku bunga, salah satu faktor yang menentukan suku bunga dana itu adalah inflasi,” tukas Mirza.
Dia menilai, jika sejumlah kalangan menginginkan penurunan suku bunga deposito, maka angka inflasi juga harus turun. “Kalau bicara suku bunga kredit, itu pasti di atas suku bunga dana. Jadi, kalau kita bicara suku bunga, faktor utama pasti inflasi,” paparnya.
Mirza mengungkapkan, inflasi Maret 2016 yang sebesar 0,19% (month-to-month) menunjukkan adanya tren kenaikan inflasi. Padahal, di bulan sebelumnya, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan deflasi 0,09% (mtm).
“Maret ini inflasi 0,19%, berarti secara year-on-year sebesar 4,45%. Masih dalam range-nya BI yang berkisar 3-5%. Tetapi, memang akan lebih baik kalau bisa menjaga inflasi di bawah 4,5%,” tutup Mirza. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More