News Update

BI Tingkatkan Penggunaan Uang Lokal Di Perdagangan Internasional

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat, angka penggunaan dolar untuk perdagangan bilateral dan investasi langsung antar negara di Indonesia masih cukup tinggi.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, jumlah penggunaan mata uang dolar Amerika Serikat (USD) di setiap transaksi perdagangan internasional masih diatas 50% persen.

“Kami telah observasi bahwa transaksi perdagangan di Indonesia itu kalau melihat dari sisi ekspor sebesar 94 persen masih dilakukan dengan USD. Kalau dari sisi impor kira-kira 78 persen masih dilakukan dalam USD,” jelas Agus Martowardojo di Kompleks BI Jakarta, Senin 11 Desember 2017.

Agus menambahkan, total rata-rata tahunan perdagangan antara Indonesia dengan Malaysia sejak 2010 hingga 2016 mencapai USD19,5 miliar. Sedagkan rata-rata perdagangan Indonesia dengan Thailand sejak  2010 hingga 2016 telah mencapai USD15 miliar.

Agus menilai, atas dasar masih tingginya penggunaan dolar dalam perdagangan tersebut, pihaknya di BI telah melakukan kerjasama dengan kedua bank sentral tersebut yakni Bank Negara Malaysia (BNM), dan Bank of Thailand (BOT).

Kerjasama dilakukan dengan melaksanakan peraturan penyelesaian transaksi perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal (local currency settlement framework). Agus menilai, kerjasama tersebut sebagai bentuk keberdayaan mata uang lokal di perdagangan Internasional.

Agus berharap, penggunaan local currency settlement framework dalam transaksi perdagangan antar negara dapat menurunkan angka ketergantungan terhadap dolar.

“Kami targetkan dalam waktu 3 hingga 5 tahun jumlah penggunaan uang lokal dalam transaksi diantar negara dapat tumbuh dua kali lipat. Hal ini nanti kami akan monitor dan evaluasi dalam waktu 3 tahun selanjutnya,” tukas Agus.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

2 hours ago

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

2 hours ago

Budaya K3 jadi Prioritas, SIG Sukses Catat Zero Fatality di Seluruh Operasi

Poin Penting SIG mencatat nihil fatalitas di seluruh operasi, dengan LTIFR 0,13 dan LTISR 1,01,… Read More

3 hours ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

3 hours ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

4 hours ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

4 hours ago