Kantor Pelayanan Pajak; Dukung penerimaan negara. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tax amnesty atau pengampunan pajak masih terus dibahas oleh DPR-RI. Rencana penerapan kebijakan tax amnesty ini diperkirakan bakal memberikan efek positif bagi perekonomian domestik.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo menilai, penerapan tax amnesty dapat menjadi pembiayaan alternative dalam pembangunan nasional. Terlebih, di tengah perekonomian global dan domestik yang masih lemah, pemerintah menargetkan penerimaan pajak 2016 tumbuh 24,7% atau naik Rp300 triliun dari penerimaan pajak 2015.
“Target pajak tersebut, memaksa pemerintah untuk menghemat belanja pemerintah. Perlu upaya untuk meningkatkan sumber pendapatan negara terutama pajak. Dalam konteks ini pengampunan pajak bisa menjadi alterntive dalam upaya pembangunan,” ujar Agus di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 25 April 2016.
Menurutnya, peran pajak sebagai sumber pendapatan negara masih terbatas. Hal ini tercermin pada tax ratio (rasio pajak terhadap APBN) hingga 2015 hanya sebesar 11,75% atau lebih rendah dari dibanding tax ratio Indonesia berdasarkan estimasi IMF yang sebesar 21,5%.
“Pada 2015 penerimaan pajak 83,3% dari target pemerintah. Maka memaksa Pemerintah menghemat belanja dan penghematan pembiayaan dari defisit jadi 2,6% dari target APBN yang sebesar 1,9%,” tukas Agus.
Selain sebagai sumber pendanaan pembangunan ekonomi nasional, kebijakan tax amnesty juga bermanfat sebagai investasi dalam negeri. “Kalau diikuti dalam sistem dan administrasi perpajakan bisa meningkatkan tax ratio dan penerimaan pajak sehingga bisa menopang pembangunan ekonomi,” tutup Agus. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More