Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai, rencana penerapan kebijakan tax amnesty (pengampunan pajak) bakal menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok sebesar 5,2% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016.
Meski asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN-P 2016 lebih rendah dari yang diajukan pemerintah sebelumnya yakni sebesar 5,3%, namun menurut Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo, asumsi tersebut masih dalam rentang proyeksi BI yang berada pada kisaran 5%-5,4%.
“Penerimaan negara yang diperoleh dari tax amnesty, dan dana yang digunakan untuk mendukung pengeluaran pemerintah akan membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi,” ujar Agus di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2016.
Sementara berdasarkan, data Bank Dunia (World Bank), pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai saat ini masih terbilang cukup kuat. Kendati demikian, BI Tetap mewaspadai adanya perekonomian global yang masih menunjukkan perlambatan.
“Kami melihat pertumbuhan dunia melambat, dan belum menunjukkan perbaikan. Di dalam negeri juga belum didukung oleh permintaan yang memadai,” tutup Agus. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More