Jakarta–Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2016 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 5,25% dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,5% dan Lending Facility turun menjadi 6% dari 7%.
Sebagai informasi, per hari ini 19 Agustus 2016 BI mulai menerapkan suku bunga acuan barunya yakni dari BI Rate menjadi BI 7-day Reverse Repo Rate. Hal ini sejalan dengan rencana reformulasi suku bunga kebijakan yang telah diumumkan pada 15 April 2016 lalu.
Dengan keputusan tersebut maka struktur suku bunga atau term structure operasi moneter BI sebagai berikut, untuk tenor 7 hari sebesar 5,25%, tenor 2 minggu 5,45%, tenor 1 bulan 5,70%, 3 bulan 6,10%, tenor 6 bulan 6,30%, 9 bulan 6,40% dan tenor 12 bulan yaitu sebesar 6,50%.
Gubernur BI, Agus DW Martowardojo mengatakan, bahwa keputusan ini seiring dengan stabilitas makroekonomi yang tetap terjaga, tercermin dari inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran 4±1%, defisit transaksi berjalan yang membaik, dan nilai tukar rupiah yang relatif stabil.
“Ke depan, Bank Indonesia meyakini pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh akan semakin memperkuat upaya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi,” ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 19 Agustus 2016.
Keputusan ini, kata Agus, diharapkan dapat semakin memperkuat upaya untuk meningkatkan permintaan domestik guna terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi, di tengah masih lemahnya perekonomian global. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More