Ilustrasi: BI kembali pangkas suku bunga jadi 4,75 persen di September 2025. (Foto: istimewa)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp124,33 triliun di sepanjang tahun atau hingga 17 Juni 2025.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pembelian SBN dari pasar sekunder sebagai upaya untuk memperkuat ekspansi likuiditas kebijakan moneter, sekaligus mencerminkan sinergi erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal pemerintah.
“Selama tahun 2025 (hingga 17 Juni 2025), BI telah membeli SBN sebesar Rp124,33 triliun,” kata Perry dalam Konferensi Pers RDG, dikutip Kamis, 19 Juni 2025.
Baca juga: BI Jawab Kritik soal Pembelian SBN: Sudah Dihitung Dampaknya
Perry merinci, pembelian SBN tersebut, melalui pasar sekunder sebesar Rp87,04 triliun dan pasar primer dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar Rp37,29 triliun.
Total angka pembelian SBN ini tercatat meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau per 20 Mei 2025 yang sebesar Rp96,41 triliun, yaitu melalui pasar sekunder sebesar Rp64,99 triliun dan pasar primer dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah yang sebesar Rp31,42 triliun.
Baca juga: OJK Catat Kepemilikan SBN Sektor Perbankan Tembus Rp1.112,88 Triliun di Maret 2025
Ke depan, kata Perry, BI akan terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam mencapai sasaran inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—mengalami deflasi pada Januari… Read More
Poin Penting Rumah Siti Nurbaya Bakar digeledah Kejaksaan Agung terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola… Read More
Poin Penting Calon pimpinan OJK tidak berasal dari internal OJK, melainkan melalui mekanisme seleksi terbuka… Read More
Poin Penting OJK mengimbau masyarakat waspada pinjol ilegal dan terus memblokir entitas keuangan tidak berizin… Read More
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More