Moneter dan Fiskal

BI Stabilkan Rupiah Pascademo, Target Bisa Menguat ke Rp16.300 per Dolar AS

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pihaknya akan terus berupaya untuk kembali menstabilkan nilai tukar rupiah kembali di level Rp16.300 per dolar Amerika Serikat (AS), bahkan bisa lebih kuat lagi.

Hal tersebut seiring dengan rupiah yang sempat menyentuh di kisaran Rp16.500 per dolar AS, akibat dampak dari dinamika sosial dan politik di Tanah Air. Adapun rupiah pada hari ini (2/9/2025) rupiah di tutup pada level Rp16.414 per dolar AS, atau menguat tipis 0,03 persen.

“Rupiah yang kemarin pagi pernah mencapai Rp16.560, alhamdulillah hari ini kami bisa stabilkan ke Rp16.400, kami akan berusaha untuk lebih rendah lagi kembali ke Rp16.300 dan lebih kuat lagi,” kata Perry dalam Rapat Kerja Komite IV DPD RI, Selasa, 2 September 2025.

Baca juga: BI Prediksi Rupiah Stabil di Rp16.000-Rp16.500 per Dolar AS pada 2026

Bos Bank Sentral Indonesia ini juga memastikan bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi pada non-deliverable forward (NDF) di pasar off-shore dan intervensi di pasar domestik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

“Komitmen kami untuk menjaga nilai tukar rupiah akan bergerak stabil dan dengan kecenderungan menguat dengan fundamental ekonomi kita yang membaik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Perry juga menyatakan, BI telah menambahkan likuiditas, sehingga pasar keuangan terus berjalan dengan baik. Begitu pun dengan stabilitas sistem keuangan yang akan terus dikoordinasikan bersama Komite Stabilitas Sistem keuangan (KSSK).

“Demikian juga kondisi stabilitas sistem keuangan, berkoordinasi dengan Bu Menteri Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), kita pastikan stabilitas sistem keuangan terjaga,” imbuhnya.

Baca juga: Inflasi Stabil dan Rupiah Terkendali, BI Optimistis Ekonomi RI Menguat di Semester II/2025

Perry menyatakan, diperlukan sinergi kebijakan antara pemerintah dan BI untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. Pihaknya, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik di kisaran 5,1 persen di tahun 2025.

“Kami BI terus bersinergi dengan kebijakan-kebijakan pemerintah maupun dari lembaga-lembaga lain untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi berjalan baik,” tambahnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ma’ruf Amin Optimistis Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Mampu Tembus 50 Persen

Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More

1 hour ago

Tingkatkan Recurring Income, Emiten Properti SMRA Tambah Portofolio Bisnis Hotel

Poin Penting Harris Hotel & Convention Serpong resmi dibuka, menjadi hotel ketiga brand Harris milik… Read More

1 hour ago

Total Pendapatan Asuransi Jiwa 2025 Capai Rp238,71 Triliun, Tumbuh 9,3 Persen

Poin Penting Total pendapatan asuransi jiwa 2025 mencapai Rp238,71 triliun, naik 9,3 persen yoy, namun… Read More

2 hours ago

Bank BPD Bali Imbau Nasabah Waspada Penipuan Digital Jelang Nyepi dan Lebaran

Poin Penting Bank BPD Bali mengingatkan nasabah meningkatkan kewaspadaan karena momentum pencairan THR dan meningkatnya… Read More

2 hours ago

Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit di Maluku, Segini Nilai Kontraknya

Poin Penting Waskita Karya (WSKT) mengerjakan pembangunan gedung baru seluas 8.438 m² senilai Rp217,97 miliar,… Read More

2 hours ago

Transformasi Layanan BTN, dari Bank KPR Menuju Full Banking Services

Poin Penting BTN dorong transformasi beyond mortgage untuk menjadi bank dengan layanan perbankan lengkap Proses… Read More

3 hours ago