Moneter dan Fiskal

BI Siap Samakan Asumsi Kurs Rupiah dengan Pemerintah

Jakarta–Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mengubah asumsi nilai tukar Rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, menjadi kisaran Rp13.300 per US$ dari sebelumnya Rp13.500 per US$.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan, bahwa rencana pemerintah (Kementerian Keuangan) untuk mengubah asumsi kurs Rupiah dalam APBN-P menjadi Rp13.300 per US$, masih masuk dalam range BI yang sebelumnya diajukan ke DPR-RI.

“Nanti akan kami bicarakan kalo sebelumnya Rp13.500, diubah ke Rp13.300, itu masih dalam range yang saat itu kami tawarkan pada pemerintah dan DPR-RI,” ujar Agus di Jakarta, Jumat , Agustus 2016.

Lebih lanjut dia menegaskan, bahwa pihaknya akan sejalan dengan apa yang menjadi pertimbangan pemerintah terkait perubahan asumsi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang dipatok pada level Rp13.300 per US$ dari sebelumnya Rp13.500 per US$.

“Jadi saya dalam hal ini, dalam pembahasan dengan DPR kami tentu akan samakan pandangan. Secara umum di APBN-P 2016 Rp13.300 itu adalah sesuatu yang bisa kami terima,” ucapnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, meski asumsi nilai tukar Rupiah akan diubah, namun beberapa indikator asumsi makro ekonomi lainnya akan tetap pada angka yang sebelumnya sudah disepakati bersama DPR-RI.

Untuk pertumbuhan ekonomi nasional tetap di angka 5,2%, laju inflasi berada di level 4%. Kemudian tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SBN) tiga bulan tetap di level 5,5%. Sementara harga minyak mentah US$40 per barel, lifting minyak bumi 820 ribu barel (per hari/bph), dan lifting minyak gas dan bumi 1.150 per barel. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

4 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

56 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago