Jakarta–Bank Indonesia (BI) terus membahas dan segera mengusulkan kebijakan penyederhanaan nominal rupiah (redenomisasi) kepada Pemerintah dan juga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo mengungkapkan, saat ini proses pembahasan tersebut masih dalam tahap pengajuan Rancangan Undang-undang (RUU) Redemonisasi di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2017.
“Kami tentu akan terus bicara dengan presiden, menkumham (Menteri Hukum dan HAM) dan juga Menkeu (Menteri Keuangan) dan kalau dimungkinkan kita akan ajukan RUU redemoniasi ke DPR di tahun 2017,” ungkap Agus saat ditemui di penghargaan Bank Indonesia 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 18 Juli 2017.
Baca juga: Penerapan Redenominasi Belum Mendesak
Agus menjelaskan, bila RUU Redemonisasi ini dapat diajukan ke Prolegnas, maka akan menjadi prioritas pembahasan di DPR pada tahun 2017 dan proses redemonisasi dapat segera terwujud. Agus juga menjelaskan, terdapat tiga tahapan utama yang ditempuh agar kebijakan redemonisasi ini dapat terwujud dengan baik, yakni tahap proses, transisi, dan face out.
“Kita tahu kalau ini bisa dibahas 2017 dan bisa disetujui, nanti masih ada prosesnya yang masih butuh waktu 7 tahun, lalu 2 tahun persiapan dan 2020-2024 masa transisi lalu baru nanti tahap face out.” jelas Agus.
Pada pertemuan terakhir BI dan DPR tadi malam (Senin 17 Juli 2017) pada Forum Group Discussion, Agus mengungkapkan seluruh fraksi di komisi XI DPR telah menyambut baik dan mendukung atas terlaksananya redemonisasi. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More