Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memandang pergerakan nilai tukar pada hari ini (24/3) yang berkisar di level 16.000/US$ sudah cukup stabil di tengah gejolak ekonomi global akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
“Hari ini nilai tukar cukup stabil. Kami juga melihat bid dan over atau permintaan serta penawaran berjalan baik di pasar valas,” kata Perry dalam video conference dengan media di Jakarta, Selasa 24 Maret 2020.
Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Saat ini, BI terus berkoordinasi dengan pemerintah agar menjaga kecukupan cadangan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar.
Tak lupa, Perry pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada para eksportir yang telah membantu memasok dolar AS ke pasar valas sehingga membuat nilai tukar rupiah bergerak stabil di pasar valas.
Ke depannya, BI akan berkomitmen berada di pasar untuk memantau dan melakukan intervensi stabilisasi nilai tukar yang diperlukan. Baik melalui tunai, spot atau domestic non deliverable forward (DNDF) maupun pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.
Sebagai informasi saja, Dolar AS sore ini tercatat berada pada level Rp16.436 menguat bila dibandingkan kemarin yang berada di level Rp16.550. Sementara berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dolar AS tercatat Rp16.486. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More
Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More