BI Sebut Inflasi Oktober 0,02% Lebih Rendah dari Perkiraan

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memandang inflasi pada bulan Oktober 2019 yang sebesar 0,02 persen lebih rendah dari perkiraan BI dan hal tersebut menandakan stabilnya harga di pasar.

“Data BPS malah lebih rendah dari perkiraan BI. Tetapi pendorongnya sama seperti harga daging ayam ras memang lebih tinggi, begitu juga untuk rumah tinggal (harga sewa),” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Kompleks BI, Jakarta, Jumat 1 November 2019.

Dia mengungkapkan, untuk harga cabai sendiri hingga bulan Oktober masih mengalami deflasi. Walau begitu Perry menyebut inflasi masih terbilang rendah dan terkendali untuk mendukung terjaganya daya beli masyarakat Indonesia.

“Ini mengonfirmasi jika perkiraan BI pada akhir tahun ini Insha Allah inflasi akan berada di bawah titik tengah sasaran 3,5% plus minus 1%,” ujar Perry.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Oktober 2019 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen secara bulanan atau month to month (mtm) dan 3,13 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang terjadi deflasi sebesar 0,27 persen (mtm) dan 3,39 persen (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari 82 kota yang dipantau, sebanyak 43 kota yang mengalami inflasi dan 39 kota yang mengalami deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen, dan terendah terjadi di Pematangsiantar, Tual, dan Ternate sebesar 0,01 persen. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Pemerintah Siapkan RUU Perumahan, Menteri Ara: Pak Hashim Sudah Setuju

Poin Penting: Pemerintah menyiapkan RUU Perumahan yang telah mendapat persetujuan Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.… Read More

10 mins ago

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Sudah Tembus Rp346,1 Triliun di Februari 2026

Poin Penting Belanja pemerintah pusat hingga Februari 2026 mencapai Rp346,1 triliun (11 persen pagu APBN),… Read More

15 mins ago

Penerimaan Pajak Februari 2026 Tumbuh 30,4 Persen Jadi Rp245,1 Triliun

Poin Penting Penerimaan pajak Februari 2026 mencapai Rp245,1 triliun, tumbuh 30,4 persen atau 10,4 persen… Read More

35 mins ago

Transparansi dan Reformasi Dorong Pasar Modal Indonesia Naik Kelas

Poin Penting Pasar modal Indonesia dinilai memasuki fase reformasi untuk meningkatkan daya saing global melalui… Read More

48 mins ago

Purbaya Lapor Defisit APBN Tembus Rp135,7 Triliun di Februari 2026

Poin Penting APBN hingga Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap PDB,… Read More

1 hour ago

BGN Hentikan Sementara 1.512 Dapur MBG di Wilayah II, Ini Rinciannya

Poin Penting BGN menghentikan sementara 1.512 dapur MBG di wilayah II karena belum memenuhi standar… Read More

1 hour ago