“Jelas, kita harus tetap waspada terhadap risiko ekonomi global, khususnya terkait isu fundamental seperti bagaimana memperbaiki produktivitas dan menangani populasi yang menua,” ucap Agus.
Dengan kondisi ekonomi global seperti saat ini, maka penting bagi pemerintah untuk menciptakan kebijakan-kebijakan yang manfaatnya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Di sisi lain para pemangku kebijakan juga ditantang untuk menyoroti permasalahan terkait kesenjangan.
Di samping itu, kata Agus, ada juga permasalahan kebijakan yang cenderung hanya berefek ke dalam (inward policies). Implementasi kebijakan seperti ini dikhawatirkan bisa berdampak kurang baik di tengah perekonomian yang kian terbuka.
“Situasi ini menjadi sulit bagi negara-negara emerging market yang mengadopsi konsep ekonomi terbuka. Pada kondisi global saat ini, bagaimana ASEAN dapat menjawab tantangan itu,” tutup Agus. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Presiden Prabowo bertemu tokoh dan ormas Islam di Istana untuk berdiskusi dan menampung… Read More
Poin Penting Pemerintah menanggapi peringatan MSCI dengan berkomitmen meningkatkan transparansi pasar modal, termasuk terkait porsi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,59 pada perdagangan 3 Februari 2026.… Read More
Jakarta - Jalan terjal yang dilalui bank-bank KBMI 2 belakangan ini kelihatannya terasa makin berat.… Read More
Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More
Poin Penting Survei Jobstreet by Seek menunjukkan 82 persen pekerja Indonesia merasa bahagia atau sangat… Read More