“Jelas, kita harus tetap waspada terhadap risiko ekonomi global, khususnya terkait isu fundamental seperti bagaimana memperbaiki produktivitas dan menangani populasi yang menua,” ucap Agus.
Dengan kondisi ekonomi global seperti saat ini, maka penting bagi pemerintah untuk menciptakan kebijakan-kebijakan yang manfaatnya dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Di sisi lain para pemangku kebijakan juga ditantang untuk menyoroti permasalahan terkait kesenjangan.
Di samping itu, kata Agus, ada juga permasalahan kebijakan yang cenderung hanya berefek ke dalam (inward policies). Implementasi kebijakan seperti ini dikhawatirkan bisa berdampak kurang baik di tengah perekonomian yang kian terbuka.
“Situasi ini menjadi sulit bagi negara-negara emerging market yang mengadopsi konsep ekonomi terbuka. Pada kondisi global saat ini, bagaimana ASEAN dapat menjawab tantangan itu,” tutup Agus. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More