Agus Marto; Ekonomi tergantung infrastruktur. (Foto: Erman)
Di tengah perlambatan ekonomi ini diharapkan adanya dorongan stimulus dari pemerintah. Rezkiana Nisaputra
Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih besar didorong oleh komponen konsumsi pemerintah melalui belanja di proyek infrastruktur di semester II-2015, sehingga pertumbuhan ekonomi di tahun ini bisa di kisaran 5%-5,4%.
Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2015. Menurutnya, dengan realisasi infrastruktur yang akan lebih maksimal di semester II-2015, juga akan ikut mendorong industri semen domestik, setelah di sepanjang semester I demand semen mengalami pelambatan.
“Permintaan terhadap semen akan meningkat dan akan memberikan dorongan juga pada (pertumbuhan ekonomi) itu,” ujar Erwin.
Lebih lanjut dia menilai, dalam kondisi sekarang ini, industri apapun ikut mengalami kelesuan. Oleh sebab itu, di tengah pelambatan ekonomi ini diharapkan adanya dorongan stimulus dari pemerintah. “Berarti fiskal stimulus itu (datang) dari proyek pemerintah, seperti pembangunan jalan,” tukasnya.
Sebagaimana diketahui, sepanjang Semester I 2015 kinerja perusahaan semen BUMN, PT Semen Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar 3%, dan ditargetkan bisa bertumbuh 0% di akhir 2015. Penjualan semen yang mencatatkan kinerja positif hanya terjadi di kawasan Nusa Tenggara dan Indonesia Timur yang masing-masing tumbuh 2,3% dan 1,6%.
Sedangkan penjualan semen di Pulau Sumatera menurun 3,5% menjadi 5,85 juta ton, Pulau Jawa turun 3,1% menjadi 15,82 juta ton, Kalimantan dan Sulawesi juga menurun menjadi 2,04 juta ton dan 2,08 juta ton. (*)
@rezki_saputra
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More