Moneter dan Fiskal

BI: RDG Tambahan Sebagai Bentuk Antisipasi Kebijakan Bunga AS

JakartaBank Indonesia (BI) mengaku, Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan yang akan digelar pada Rabu, 30 Mei mendatang untuk mengantisipasi rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Di mana rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut akan memutuskan kebijakan suku bunga.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, bahwa pihaknya akan menjalankan kebijakan yang pre-emptive, front loading, dan ahead the curve. Bahkan BI akan menggunakan instrumen kebijakan moneter untuk stabilias nilai tukar rupiah, yang lebih banyak tertekan karena perkembangan ekonomi AS.

“Kami lakukan respon cepat ya RDG bisa ditambah. Di samping juga sekaligus langkah pre-emptive untuk FOMC tanggal 14 Juni yang akan datang,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 28 Mei 2018.

Baca juga: Bunga Acuan Naik Lagi, Bagaimana Dampak ke Ekonomi RI?

Sebelumnya, Bank Sentral menyebut, bahwa RDG Bulanan tambahan tidak menggantikan RDG Bulanan reguler yang tetap akan diselenggarakan sesuai jadwal. RDG Bulanan tambahan rencananya akan membahas kondisi ekonomi dan moneter terkini serta prospek ke depan.

Padahal sebelumnya BI telah melaksanakan RDG pada 16-17 Mei lalu, yang menetapkan kenaikan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50 persen. Kenaikan ini dimaksudkan untuk meredam tekanan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Namun demikian, langkah Bank Sentral tersebut belum berhasil membuat nilai tukar rupiah membaik karena penguatan dolar AS yang terjadi di hampir semua mata uang negara berkembang. Bahkan, pasca kenaikan bunga acuan BI, laju rupiah sempat menyentuh level Rp14.200 an per dolar AS. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

12 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

13 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago