Poin Penting
Jakarta – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 4,75 persen di bulan Februari 2026. Selain itu, BI juga menahan suku bunga deposit facility di level 3,75 persen dan lending facility di level 5,5 persen.
Menanggapi keputusan BI tersebut, Direktur Utama Bank Amar Indonesia (Amar Bank), Vishal Tulsian menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menurunkan bunga rate terlalu cepat, khususnya untuk produk deposito.
Ia menjelaskan, langkah ini ditempuh Amar Bank untuk menjaga engagement dengan nasabah yang mayoritas berasal dari konsumen mikro dan UMKM.
“Saya pikir kita tak mengurangi (bunga) terlalu cepat. Karena, konsumen kita adalah konsumen mikro dan UMKM. Kita ingin membentuk kebiasaan menabung. Moto kita ialah save now, spend later. Bukan buy now, pay later,” ujar Vishal di Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Baca juga: Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”
Sesuai dengan moto tersebut, pihaknya ingin nasabah menanamkan kebiasaan menabung yang baik sejak dini, sebagai bentuk keuntungan jangka panjang.
Lebih jauh Vishal menjelaskan, ada beberapa cara yang dilakukan pihaknya untuk menarik minat nasabah atau masyarakat dalam menabung, yakni dengan memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk membentuk beberapa kebiasaan di tengah nasabah, seraya menawarkan bunga deposito yang menarik.
“Jadi, kita tetap menawarkan bunga deposito yang menarik. Karena, ini bukan korporasi besar yang membutuhkan pemangkasan (bunga). Segmen konsumen kita membutuhkan rate deposito yang lebih baik,” tandasnya.
Baca juga: Amar Bank Dorong Layanan Embedded Banking di MRT Jakarta
Hingga September 2025, Amar Bank (AMAR) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 15 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp174,6 miliar. Kenaikan ini salah satunya didorong oleh pertumbuhan pendapatan operasional.
Pendapatan operasional Amar Bank sebesar Rp1,46 triliun di kuartal III 2025, naik 24 persen (yoy). Kenaikan ini juga ditopang oleh pertumbuhan net interest income (NII) sebesar 18 persen (yoy) dan pendapatan non bunga yang naik 40 persen (yoy).
Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 93 persen (yoy) di kuartal III 2025. Pertumbuhan DPK turut memperkuat kemampuan Amar Bank dalam memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan sektor ritel produktif.
Sampai kuartal III 2025, 60 persen lebih portofolio kredit Amar Bank disalurkan kepada segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan ritel. (*) Steven Widjaja
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More
Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BNI siapkan uang tunai Rp23,97 triliun untuk kebutuhan transaksi Ramadan dan Lebaran 2026… Read More
Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More